Brandari

Brandari

  • WpView
    Reads 33,616
  • WpVote
    Votes 2,500
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2026
"Cemburu itu tanda cinta." Berlina Kaluna Alexandrite terpengaruh oleh perkataannya sendiri. Memang benar, kekasihnya, si Derbiano Agasmara tidak pernah sekalipun marah karena cemburu padanya. Padahal Berlina adalah sesosok wanita idaman para pria. Banyak pria yang mendekatinya. Bahkan, ia sangat dekat sekali dengan teman cowok masa kecilnya. Namun, tetap saja. Derbiano sama sekali tidak cemburu. Setidaknya Derbiano cemburu, bukan? Meski hanya sekali saja? Karena banyak sekali yang mengatakan bahwa cemburu adalah tanda cinta, bukankan begitu? Jika Derbiano tidak pernah cemburu, maka artinya dia... Tapi tenang saja, Berlina akan menunjukan pada seluruh dunia jika Derbiano akan cemburu padanya. Ia akan memberi bukti bahwa Derbiano menyanyanginya. Berlina memiliki banyak cara untuk hal itu. Namun, Berlina tidak pernah menyangka, jika perkataan temannya itu adalah malapetaka. Rahasia yang ada dihidupnya lambat laut terbongkar semua. Hidup Berlina hancur seketika.
All Rights Reserved
#86
fattahsyach
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible
  • Edelweiss or Dandelion. (On Going)
  • AMISTAD✅
  • Is LOVE
  • AL AL GANG [Complicated]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Game Over: Losing Control
  • Kelas A [End]
  • FRIENDzone (Completed)

[SLOW UPDATE] Mungkin, kali ini dia hanyalah pendatang. Tapi, bagaimana jika suatu hari nanti dia lah yang menjadi penopang? ________ Cerita ini bermula ketika Ghea Andara, cewek pecinta seni yang berniat membongkar kasus kematian sahabatnya, Clara Anindita. Setelah kepindahannya dari SMA Pelita ke SMA Angkasa, membuat kehidupan Ghea semakin rumit. Terutama tentang kisah cintanya. Diluar dugaannya, orang yang selama ini ia cari ternyata bersembunyi di balik sifat baiknya. Apa yang dirasa baik, nyatanya tak sebaik apa yang dipikirnya selama ini. Mustahil kah jika siapa saja bisa menjadi pelakunya? *** "Gak mungkin dia..," lirihnya seraya membekap mulutnya tak percaya. "Tapi kalo kenyataannya seperti itu, kita gak bisa apa-apa," "Gak!" "Ini mustahil!" "Gak mungkin!" "Bagaimana bisa?!" Ia hanya bisa menatap gadis di depannya ini dengan wajah sendu. Kini, jiwa itu seolah rapuh. Seakan tak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang berhasil singgah di hatinya, ternyata adalah orang yang membuat nyawa sahabatnya melayang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines