CRAZY WE ARE

CRAZY WE ARE

  • WpView
    Reads 379
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 4, 2019
Cover by@Ayamayam♡♡ 5 cewek gila disatukan dan memang ditakdirkan menjadi sahabat dari kecil mereka bersahabat karena orangtua mereka juga pun bersahabat, hingga mereka dipisahkan oleh orang tuanya agar menjadi MANDIRI dan tentu saja mereka sering diabaikan oleh orangtuanya karena tentu saja orang tua mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. SMA bina bangsa tempat menuntut ilmu mereka dan juga tempat pelampiasan jika mereka sedang bosan di apartemennya. Disana mereka dipertemukan dengan badboy alay,lebay,rempong(lebih rempong dari cabe-cabean).jika mereka bertemu atau berpapasan sekali pun selalu beradu gacoran sampai-sampai gak bisa bedain mana mulut cowok lalu mana mulut cewe karena semuanya pun sama sangat obesitas gacoran. karena tidak selamanya 'cinta menjadi benci' "Eh lo dasar anak babi, ogah banget gue pacaran sama lo manusia nista" salsa "sekarang aja lo ngomong gitu sal, liat aja nanti lo bakalan jadi milik gue sal, emuahhhh" Topan "pi gue sayang sama lo. sumpah gue sayang 1000% sayang sama lo, gue sumpah gak bakalan ninggalin lo lagi, please popi beri gue kesempatan oke" Reyhan "Gak ada kesempatan kedua bagi lo rey, sorri" Popi "Kenapa sih lo dingin banget ke gue ndrik? sakit anjir sumpah, gue gak bisa ngadepin manusia ice kayak lo.. hiks" amel "Terserah lo mau bilang gue apaan mau bilang manusia ice lah mau bilang pangeran saljulah, yang penting itu cara gue peduli sama lo, oke" Hendrik "Lo janji gak bakalan jauhin gue lagikan?" Raga "Gue janji" Jeny "Neng qilla pujaan akang sini duduknya deket akang dong" Erik "Apaan sih erik gak jelas banget udah kek orang gila ya lo" Aqilla "Eh KASAL" Erik
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • the other side
  • More Than Senior
  • Hallo, Kak Diandra?
  • "Singgah"
  • ALFIAN BAGASKARA
  • Stres In Life
  • THE CLIMB [Completed]
  • KEPINCUT BRONDONG
  • Something Different

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines