Renada
  • WpView
    Reads 429
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 5, 2019
Rere kembali menaiki motornya, ketika hendak memaki helm, dia melihat seseorang laki-laki yang menurutnya tak asing dipelupuk matanya , laki laki yang baru saja keluar dari masjid. Tampan Kata itulah yang pertama kali tertera di batin Rere. "Astagfirullah!" Rere menyadari kesalahan nya yang lebih dari 3 detik menatap laki-laki yang bukan mahramnya dan sempat merasa terpesona "kenapa re?" Tanya Hani "Ga papa kok" jawab Rere tersenyum kikuk "Maa syaa Allah.. itukan laki-laki yang tadi pagi gue liat di depan minimarket bener itu dia, dia tinggal didaerah sini? tapi kok dia masih pake celana sekolah ya?" batin Rere bertanya-tanya Rere meyadari akan laki-laki yang menurutnya tak asing "Dia siapasih sebenernya?" Saat Rere berusaha curi-curi pandang ke laki-laki itu tiba tiba laki-laki itu tak sengaja melihat sekilas kearah Rere DEG 2 pasang mata bertemu ~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complete (END)
  • Rynathan [βœ”]
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Sweet Combat
  • Rumah Tanpa Atap
  • Vericha Aflyn βœ”οΈ
  • AFIKA [ ENDβœ” ]
  • Hai masa lalu.
  • Summer Triangle  (Revisi)

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines