Untukmu Masa Depan

Untukmu Masa Depan

  • WpView
    Reads 29,409
  • WpVote
    Votes 1,458
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 21, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
[ON GOING] Untukmu masa depan, aku mendedikasikan perjuanganku untuk kehidupan orang lain. Aku harap dengan begitu, hidupku juga akan bahagia, meskipun aku masih sering mengesampingkan perasaanku. Karena aku terlampau takut dengan dendam masa lalu yang terus menghantui-Aira Vanisha Zahra. Untukmu masa depan, aku memperjuangkan yang terbaik untukmu. Meski dengan begitu aku harus rela memperjuangkan cinta yang sebenarnya tidak tertuju padaku, melainkan sahabatku sendiri. Kini aku sadar selepas belajar mengikhlaskan, Allah ganti dengan yang begitu baik. Hanya saja selama ini aku yang terlalu buta-Leiva Pradipta Saras. Untukmu masa depan, aku telah mengkhayalkannya dengan begitu indah. Namun, aku tak bisa berbuat apa-apa saat Allah justru memberiku kepedihan mendalam. Hampir saja semuanya suram, tapi aku selalu percaya janji Allah itu indah-Devita Apricilla. Ternyata kisah hidup tak selalu indah seperti cerita yang kita dengar. Benar saja bahwa dunia memang tidak selalu berputar pada kita. Selamat mengurai air mata. Sebaik-baik manusia membuat skenario, Tuhan tetap terbaik dalam memberikan kejutan. ------------------------------------------ @copyright2018
All Rights Reserved
#240
cintadalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Kamu [SELESAI]✔
  • M E M O R Y  (On Going)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • Tasawuf Cinta
  • TAKDIR ALYA
  • Air Mata Cinta

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines