Badgirl X Goodboy

Badgirl X Goodboy

  • WpView
    LECTURES 20,857
  • WpVote
    Votes 1,024
  • WpPart
    Chapitres 15
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., janv. 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
kisah antara Vale si badgirl dan Varo si goodboy. Vale merupakan murid pindahan. Di hari pertama masuk, ia sudah harus bertemu cowok yang menurutnya 'culun' . Bukan artian culun seperti memakai kacamata, hobi di perpus, pendiam, dll. **** Vale kini berjalan di koridor yang sepi. Karena jam pembelajaran sudah di mulai 15 menit yang lalu. Dia ingin menuju ke ruang kepsek. Saat dia berjalan di koridor dekat lapangan tiba tiba saja ada suara teriakan dari samping lapangan. "Awass!!" peringat seseorang. Namun terlambat, sebuah bola voli mengenai samping kepala vale. "Bangsat" umpat vale sambil memegangi kepala yang terkena bola volly. "Aduhh maaf, tadi aku udah kasih tahu kamu tapi kamu gak denger sih" suara seseorang yang tiba tiba di depannya. Vale tak menggubris kata kata cowok itu. Dia menunduk memegangi kepala nya yang nyut nyutan. Sedangkan cowok itu menunduk mengambil bola voli yang menggelinding di bawah. Saat ia beranjak dan vale pun mendongak. Jadi tatapan mereka bertemu. "Waw Indah banget matanya" batin cowok itu setelah menatap bola mata gadis di depanya. Vale? Di malah menatap datar makhluk di depannya. Tapi lain di hatinya, dia udah dongkol karena kena lemparan bola voli. "Anzeng, baru masuk aja udah di sambut" batin nya. Lalu tanpa sepatah kata pun vale pergi meninggalkan cowok itu. "Ihh cantik deh. Kok deg degan yha aku" gumam cowok itu sambil memegangi dadanya yang bergemuruh. Lalu cowok itu tersenyum manis. Senyum sendiri dan membayangkan mata indah yang menatapnya datar tadi. "Dia harus jadi milik ku" ucapnya dalam hati. **** Have fun.
Tous Droits Réservés
#640
childish
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • SYAKILA
  • CLARISSA [ On Going ]
  • FAREINA
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • Prison Of Twinflame
  • you
  • Horibble Woman (END)
  • Help You (END)
  • Hurt Love

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu