Stubborn

Stubborn

  • WpView
    Reads 869
  • WpVote
    Votes 161
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 5, 2019
Aku ini gadis yang tengah berlari kearah mu, mengejar dirimu. Tetapi Takdir lah yang membuat Aku dan Kamu seperti ini. Memang sulit untuk mendapatkan perhatian darimu, kamu itu seperti Es yang suatu saat akan mencair apabila terkena terpaan angin dan cahaya matahari. Dan, mungkin saat ini aku lah yang menjadi angin dan cahaya matahari itu. (PRIVAT STORY. Follow me first) S T U B B O R N iyepepratiwi © 2019
All Rights Reserved
#21
syahdan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • When You Come
  • Absquatulate [Sudah Terbit]
  • Last Wish
  • Anggiana (Complete)
  • My Fireflies!
  • The Cool & Possesive Kakel
  • Married With Ketua OSIS [COMPLETED]
  • Dear Girl
  • Cinta Alazka di Paskibra

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines