5 parts Complete "kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya.
"pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!"
Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya.
"gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin
Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung.
"maksud kamu?" tanyanya tak mengerti.
Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa.
"maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya.
"gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!"
Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya.
Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.