Kerinduan Di Ufuk Senja

Kerinduan Di Ufuk Senja

  • WpView
    Reads 402
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 31, 2019
Terinspirasi dari kisah nyata, namun di tulis berdasarkan sudut pandang penulis. Segala nama tokoh dan tempat di samarkan untuk menjaga privasi sang narasumber. Leara Mentari, gadis pecandu senja yang memendam kerinduan pada sang kekasih yang selama ini hilang tanpa alasan yang jelas. mereka bilang Lea bodoh, gadis itu rela menunggu dalam waktu yang tak sebentar hanya demi bertemu sang kekasih. Cap Gagal move on pun di dapatnya, namun dia tak peduli! karena yang dia tahu dia mencintai sang kekasih, walaupun kenyataan pahit harus di terima kala takdir mempertemukan keduanya kembali. Saat senja lah dia merasakan arti cinta dan kala itu pula ia tahu arti derita...Sampai pertemuan kedua itu pun terjadi kala sinar jingga menyinar kemudian menghilang seperti sang kekasih yang memberikan kehangatan dan keindahan hanya sebentar selayaknya Senja. Namun bagaimana jadinya jika ternyata Tuhan merencanakan takdir lain, yang tak terduga juga indah. Pangeran yang di harapkan tak kunjung datang Tuhan memberikan yang lebih baik, Seseorang yang menerima nya apa adanya. Sampai pada akhirnya Lea di buat bingung dengan perasaannya sendiri, Namun satu hal yang pasti dia harus bisa memilih di antara keduanya. Cinta lama yang begitu di rindukannya atau Cinta baru yang memberikan kehangatan padanya selayaknya Sinar Jingga (Follow, Votes and commens yah😚)
All Rights Reserved
#100
gagalmoveon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • ATEEZ | Z DIMENSION : EP. 1 STRICTLAND [βœ“]
  • Leave Me, Leo!
  • Senja dan Jingga
  • Luruh di Dua Senja || On-Going || [HIATUS]
  • Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
  • LEON
  • Senja Kaylara [ END ]

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines