Something Lost.

Something Lost.

  • WpView
    Reads 1,415
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 4, 2022
❤Apa aku salah ingin mendapatkan Cinta nya?_ Apa aku salah telah memperjuangkan nya?_ Apa aku salah telah berharap lebih padanya?_ Aku tahu aku tidak sepantasnya untuk mendapat kan Cinta dari seseorang, Namun Aku juga Manusia, Aku sama seperti Manusia lain nya, Yang ingin mendapatkan cinta dari seseorang yang telah kita cintai. "Aku tahu Fisik ku Kurang, aku Gendut, jelek, item, dekil, bodoh dalam urusan kecantikan, aku tidak pandai merawat tubuh hingga menjadi bodygoals:)" Namun, apakah wanita yg memiliki Fisik seperti itu harus tersingkir kan oleh wanita yg bodygoals? Apa, wanita seperti kami tidak berhak mendapatkan cinta dari orang yg kami cintai? Aku bingung. Kenapa hampir 100% pria di dunia ini hanya memandang tampilan luar nya saja tanpa tau tampilan dalam nya. Kami,selalu sadar diri kok, setiap orang yg kami cintai pasti tidak akan pernah membalas cinta kami, KARENA FISIK KAMI:). Kami selalu tau ending cerita cinta kami jika kami mencintai seseorang dalam diam. Jadi, tolong terimalah pasangan mu apa adanya, sebab jika dia cantik luar nya belum tentu dia cantik dalam nya, Dan yang jelek luar nya belum tentu juga dia jelek dalam nya. So? Terimalah ia selagi ia masih jelek. Sebab, Bunga Butuh Waktu Buat Mekar:)❤ ❤Kia Saufa❤ ❤Awan Pramudita❤ ❤Jangan lupa Vote,komen,and share yahh❤
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Cerita Tentang Kita
  • When You Were Here
  • SalFlo
  • ALONE
  • Cinta Dalam Hidup
  • Antara Jarak Dan Waktu

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines