HIJRAH (Kembali Pada-Mu)

HIJRAH (Kembali Pada-Mu)

  • WpView
    Reads 230
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 22, 2019
Sofia Putri Wijaya, seorang Atheis. Ia tidak mempercayai Allah karena masalah di masa lalunya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang laki-laki yang taat pada Allah dan aturan agama Islam yang bernama Muhammad Angga. Sejak saat itu,prinsipnya mulai goyah dan perlahan-lahan semuanya berubah. # 2 in Atheis [ 06/02/19] Hanya sekedar cerita Copyright ©︎ 2019 By RiZulhani
All Rights Reserved
#361
kepercayaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melepas Tuk Mendekat (Lengkap-Revisi 13/2/23)
  •  GADIS ATHEIS GUS ZAYYAN [REVISI]
  • KEKASIH HIJRAH KU
  • Goodbye Oppa!! Aku Memilih Sang Penciptaku (END)
  • Ikhwan [SELESAI]
  • Aila: Atas Nama Cinta [TERBIT]
  • Assalamualaikum Aisyah ( SELESAI )
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Surah Hafalan untuk Ustadz (TELAH TERBIT)

Blurb "Kalo gitu.. bisa kamu tunjukan keberadaan Tuhan?" tanya Naufal remeh sambil memandang wajah polos alami wanita itu. "Tuhan itu seperti udara. Tak terlihat tapi terasa. Kita membutuhkan-Nya setiap saat," jawab wanita itu. Saat keyakinan begitu melekat, kepercayaan akan timbul. Sama seperti kepercayaan setiap manusia pada Sang Pencipta. Tapi, bagaimana jika keyakinan itu memudar bahkan menghilang? Apakah masih bisa mempercayai bahwa eksistensi-Nya itu memang ada? Hal itu yang kini tertancap di pikiran dan hati seorang pria bernama Naufal Aditya. Hingga takdir mempertemukannya dengan seorang guru yang berparas manis bernama Safa Safina dan seorang pengusaha sukses dengan karisma menawan bernama Aksa Maulana. Takdir pun merangkaikan kisah cinta mereka yang penuh suka cita. Memadupadankan semua kekecewaan, kerinduan, dan keegoisan untuk menemukan jawaban dari perasaan yang bersemayam. Lalu, bagaimana dengan keraguan yang membentengi diri? Akankah keraguan itu berubah menjadi keyakinan? Apakah bisa percaya pada Sesuatu yang tak terlihat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines