Story cover for Rain  by DoniAndri
Rain
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 23, 2018
"Pada dasarnya manusia itu baik, hanya saja terkadang, harta , tahta, dan nafsu mereka, membuat sebagian dari kita mulai berubah kearah yang salah".


Rain seorang anak yang sekolah disma negeri 5 pekanbaru.
Rain merupakan anak yang jarang bergaul, bukan berarti tidak punya teman, dia termasuk tipe cowok yang lumayan banyak ditaksir cewek, hanya saja Rain lebih suka menyendiri menghabiskan waktunya sendirian, dia hanya sesekali ikutan ngumpul dengan teman sebayanya,

Arbani Rainanda, itu nama lengkap Rain, sebenarnya Rain lebih suka dipanggil dengan nama Arbani, tapi karena Nisa lebih suka memanggilnya dengan nama Rain akhirnya nama itu melekat menjadi nama panggilannya Rain.
 
Nissa merupakan teman kecil Rain, mereka sudah temenan mulai dari umur 5 tahun , sampai mereka sekarang sekolah kelas 3 SMA.

"Dunia itu keras, jangan pernah berharap akan ada yang datang menolong kamu, saat sedang kesulitan, kecuali diri kamu sendiri".

Cerita "Rain" ini menceritakan perjalan Hidup Rain, dari kecil hingga dia memulai perjuangan untuk impian terbesarnya, 

Cinta? Rain sendiri tidak terlalu tertarik dengan urusan begituan, baginya cinta itu hanya sebuah ikatan yang membatasi kebebasan seseorang,. sampai suati hari Rain bertemu dengan seorang cewek, yang bahkan membuat dia memiliki satu tujuan hidup yang baru, 

Mau tau siapa cewek tersebut? 
Mau tau apa impian tebesar Rain? 

Jangan lupa untuk baca, dan share cerita,
Karena saya jamin, kalian bakal suka,,😊
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Rain to your library and receive updates
or
#297work
Content Guidelines
You may also like
Rainangkasa #2 [END] by AmandaPutri685
38 parts Complete
Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?
You may also like
Slide 1 of 8
I Hate Rain cover
Kapasitas Semesta cover
Cinta masa SMA (End)  cover
Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu! cover
Rainangkasa #2 [END] cover
Lingga [SELESAI] cover
THE RAIN  cover
RAFFRAIN cover

I Hate Rain

45 parts Complete

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky