We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Janji Di Tanah Batavia (TERBIT)

Janji Di Tanah Batavia (TERBIT)

  • WpView
    Reads 2,170
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 16, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
First Love
Enemies to Lovers
• Beautiful cover created by : @PenaCoklat01 Suara rantai berderit saat William bangkit perlahan dari lantai dingin sel penjara. Bajunya compang-camping, wajahnya memar, tapi matanya-masih menyala saat melihat Janna berdiri di luar jeruji. "Kenapa, William... kenapa kau lakukan ini?" Suara Janna gemetar, antara marah dan khawatir. "Kau buang segalanya, pangkatmu, hidupmu... demi siapa?" William tersenyum samar, darah mengering di sudut bibirnya. "Karena untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tahu apa artinya memiliki sesuatu yang layak diperjuangkan..." Ia mendekat ke jeruji, jarinya menyentuh udara di antara mereka. "Aku dilatih untuk menaklukkan tanah dan manusia. Tapi kau, Jana... kau menaklukkan jiwaku dengan keberanianmu. Tak ada negeri yang lebih indah dari tatap matamu, tak ada kemenangan yang lebih besar dari mencintaimu, bahkan jika aku harus menghabiskan hidupku di balik besi ini." "Apa alasannya?" ia menatap lelaki tampan bermata biru yang kini menjadi seorang tahanan dibalik jeruji besi. "Karena kamu adalah tanah yang tak bisa aku jajah. Tapi ingin aku jaga, Jana." ucap lelaki Belanda itu dengan bahasa Indonesia yang seakan sulit untuk diucapkan, namun tetap mudah dipahami. Jana menunduk, air matanya jatuh-bukan karena kelemahan, tapi karena pertahanan yang selama ini ia bangun mulai runtuh oleh ketulusan yang tak bisa dibeli, bahkan oleh darah sekalipun. ••• Dilarang memplagiat dalam bentuk apapun karena hak cipta dilindungi undang-undang. Note : Cerita yang telah diunpublish dan dipublish kembali, masih dalam tahap revisi.
All Rights Reserved
#148
peperangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kita-DewNani (B×B) ✓
  • Gundik
  • TIME will TELL {On Going}
  • [Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh
  • BarraKilla
  • AKHIR PERMULAAN [SELESAI]
  • Bersamamu
  • Ellie's Redamancy

Pernahkah kalian mendengar bahwa "Kita punya cinta tapi Dunia punya norma?" Norma dan Aturan dunia yang sudah kami langgar bersama-sama Memang benar kata orang Cinta itu Buta sampai-sampai aku tak bisa membuka mata kembali untuk mencari sosok yang dapat menggantikan dirinya Menurutku dia sempurna, jauh dari kata sempurna tidak ada kata yang dapat mendeskripsikan bagaimanakah sosok dirinya "Aku akan melawan seluruh dunia hanya untukmu" "Tapi, kau tau bukan bahwa dunia ini tidak mendukung keputusan kita.." "Aku tidak percaya dengan yang namanya dunia, dunia terlalu kejam bagi orang-orang seperti kita.." "Aku tau itu tapi.. kita tidak bisa egois dunia punya aturan dan norma yang berjalan, mereka tidak akan mau untuk menyetujui keputusan kita.." "Jangan menyerah aku mohon, kita akan memperjuangkan nya bersama-sama melawan semua yang menghalangi kita.." "Aku tidak bisa.." "Kenapa kau menyerah? kita sudah pernah berjanji untuk selalu bersama-sama dalam menghadapi rintangan bukan?" Dia tak bergeming, hanya diam membisu setelah pertanyaan yang aku ucapkan, Mungkin hal ini terlalu berat untuknya --- Ketika netraku pertama kali melihat sosok dirinya yang berdiri dihadapanku. Satu kata yang terucap dari bibirku "Cantik" Kulitnya yang putih, garis rahangnya yang tegas, mata berwarna hazel, serta bulu mata lentik yang berkibar ketika terkena angin senja. Disini detik ini waktu ini aku pertama kali melihatnya. Ketika tak sengaja tatapan kami bertemu dia akhirnya tersenyum padaku, hatiku luluh seakan semua jiwaku terbawa bersama dengan senyumannya. --- Happy Reading

More details
WpActionLinkContent Guidelines