Aurel Dan Empat Pilihan Hidup

Aurel Dan Empat Pilihan Hidup

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 29, 2018
Baru masuk SMA udah dideketin sama dua kakak kelas? Pacaran dengan kakak kelas yang juara umum atau dengan kakak kelas yang kaya raya? Aku pasti sedang bermimpi. Aku hanya anak kelas X IPS 4 yang artinya aku ini golongan bawah. Aku tidak terlalu pintar dikelas dan aku juga hidup pas-pasan. Ayahku yang seorang polisi golongan rendah menginginkan aku tidak pacaran selama SMA. Ibuku juga tidak setuju kalau aku pacaran. Ayahku memang galak dan sering menyuruhku belajar siang dan malam agar aku bisa melanjutkan sekolahku ke universitas dengan beasiswa. Ibuku orangnya suka memasak dan sering menyuruhku untuk belajar masak agar nanti aku bisa membuka kedai makanan sendiri. Namun, hatiku ini tidak bisa dibohongi. Aku ini gadis muda yang ingin merasakan cinta putih abu-abu. Apakah aku akan menuruti kata-kata orang tua aku atau mengikuti kata hatiku? Kalau aku memilih untuk berpacaran aku harus memilih siapa? Kalau aku memilih untuk tidak berpacaran aku harus memilih ayahku atau ibuku? Aku sangat bingung. Oh Tuhan, aku harus pilih yang mana? Aku frustasi serasa kepalaku mau meledak. Apakah kalian mau membantu aku untuk menentukan jalan hidupku? Tolong ikuti dan baca ceritaku baik-baik ya. ~B~
All Rights Reserved
#155
aurel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Ideal Boyfriend [TAMAT]
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • DANADYAKSA
  • Cuma Kamu...Titik!
  • THE CLIMB [Completed]
  • Because I'm Stupid (End)
  • IPA & IPS (COMPLETE)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ALGARA & ALTARA [End]✓

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines