Kepedihan Hidup

Kepedihan Hidup

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jan 12, 2019
Hai perkenal kan nama aku hallif muhammad khalik Bisa di panggil hallif...aku tinggal dengan banyak keluarga namun hanya satu aku ada cuma tidak di anggap saat aku kecil aku sudah banyak mengalami banyak kesedihan Pagi itu.. "Hallif bangun...."ibu memanggil ku dengan nada yang sangat marah "Iya ibu ada apa dari tadi aku sudah bangun"dengan nada yang sangat pelan. "Kalo sudah bangun kenapa tidak keluar kamar"masih dengan nada marah "Maaf ibu tadi ada satu soal yang blum aku selesai kan " "Ohh ya sudah cepat keluar"ibu sekarang terlihat baik Skip Aku pun tiba disekolah kala itu aku masih umur 8 thn tp ak sudah di anggap t Remeh oleh tmn2ku "Hi boleh ikut main"aku pun bertanya pada tmn ku Sebut saja tmn ku itu vino Tpi vino malah menolak dan menjawab "Gk boleh kamu itu menjijikan" Gmna cerita nya maaf ya gj baru pertama nulis soal nya 😊 😊 😊 lanjut capt berikut nyaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lolly [END]
  • my story (Greshanfamily)
  • I'm Mafia Girl's
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • Zean kesayangan Cici dan kakak
  • My Sweet heart
  • I Miss You, Sister
  • ASAVELA KIARA
  • Alisa's Story
  • With you Forever

Kenalin, gue Lolly Muzema. Gue biasa dipanggil Lolly, ya, panggilan yang imut menurut gue. Gue adalah anak dari Pak Dito Valenzha Muzema dan Ibu Ardhila Putri. Murid SMA Normezza, kelas 11 Ipa 3 yang bisa dibilang ga pinter, dan sedikit bodoh. Tetapi, gue punya bakat dalam bermain gitar. Menurut orang yang udah kenal gue, gue bisa dibilang cuek dan bisa dibilang ga bisa diam. Mantan gue cuma 1, cukup 1 dan ga mau nambah. [skip] "Tanpa lo sadari, lo udah nyakitin hati gue kak!" Bentak gue sambil menahan tangis. "Ya itu sebuah resiko yang harus lo ambil karna lo suka sama gue!" Balasnya dengan sebuah bentakan juga. "Emang ga mikir lo ya, Kak" "Maksud lu apa? Kalo emang gue ga mau sama lo, ya udah, jangan maksa" "Sakit? Iya sakit? Itu juga gue rasain Ly, waktu lo deketin gue dan gebetan gue menjauh dari gue!" Ucapnya dengan nada tinggi. Jelas, kata-kata itu langsung menusuk dada ku hingga sesak. "Gue tau kak, tau banget, tapi kakak ga pernah tau apa yang gue rasain sekarang," Balas gue sambil meneteskan air mata. "Emang gue ga tau, dan gue ga mau tau" "Gue bakal buat lo nyesel, Kak," Ucap gue lalu pergi. Dia~ Penggores luka terhebat. @Copy Right, 2020 by @Csndra_asp

More details
WpActionLinkContent Guidelines