Story cover for Moon Without Sun by sweetpussyy
Moon Without Sun
  • WpView
    Reads 1,181
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 1,181
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Dec 23, 2018
Mature
Jeon jungkook itu ibarat matahari dengan Hwari yang menjadi bulannya saling melengkapi guna menerangi bumi dimalam dan siang hari.Saling mencintai dan mengasihi satu sama lain.



Namun itu dulu sebelum datangnya sang bintang. Bintang yang memiliki keindahan yang menyilaukan mata,membuat siapapun kagum melihatnya begitupula dengan apa yang dirasakan sang matahari,merasa kagum dan jatuh pada  keindahan sang bintang.



Melupakan sang bulan yang membutuhkan dirinya, melupakan sang bulan yang membutuhkan cahayanya untuk menerangi langit dimalam hari, melupakan dan membiarkan sang bulan menjadi bahan cacian dan dibenci orang banyak, sebab bulan karena tak  bercahaya guna menerangi malam dan menghibur orang lain yang terluka dengan keindahannya.


Meninggalkan sang bulan dengan kesunyian dan kegelapan sebab tak ada lagi matahari yang selalu berada disisinya. Meninggalkan sang bulan bersama kekosongan yang perlahan menggerogoti dan membunuhnya dengan tragisnya.










Hai welcome back di work aku yang ke dua,beruntung otak aku lagi 4G jadi bisa menulis deskripsi yang puitis seperti ini eakkk. 


Pokoknya jangan lupa vote sama komen walaupun waktu kalian baca cerita nya udah tamat.Tetep kasih aku kritik dan saran karna itu berharga buat aku. 


Makasih.
All Rights Reserved
Sign up to add Moon Without Sun to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
OBLIVION cover
✔️BUMI DAN BULAN cover
King of Demigod : Into The New World  cover
Sun & Moon [JINRENE] √ cover
Please Look At Me cover
Diary [COMPLETED] cover
Rain And Red Umbrella [ JJK - JEH ] #END cover
[3] ANTARA BUMI, BULAN, DAN MATAHARI (END) cover
Fighting! cover
BROTHER KIM ( Kim TaeKook) SUDAH END cover

OBLIVION

25 parts Ongoing

Tujuh kepala yang tinggal di dalam satu atap, saudara satu kakek tapi asing satu sama lain. Bagaimana mau hidup bersama jika terus saling tidak peduli? Rumah perlahan-lahan menjadi sesuatu yang memuakkan hanya dalam tiga bulan. Ingin pulang tapi tidak ada yang menunggu. Karena memang rumah itulah satu-satunya tempat yang menyambut kedatangan mereka, entah dengan amarah, duka, atau suka. Jauh lebih baik dibanding rumah yang mati.