Zee's Flowers

Zee's Flowers

  • WpView
    Membaca 160
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 5, 2021
WpInfo
Fiksi Penggemar
Why Don't We
Lagi? Lagi dan lagi Zee menemukan buket bunga cantik di loker sekolahnya. Entah siapa pengirimnya, tidak tertera nama sang pengirim bunga itu. Hanya ada surat yang tertulis, "Hey, I love u." dan selalu seperti itu. Hingga suatu hari, seseorang misterius menggunakan hoodie yang menutupi matanya, datang menemui Zee. Ia mengaku bahwa dirinyalah sang pengirim bunga misterius itu selama ini. Dan ketika cowok itu membuka hoodienya, dia? Yang benar saja. DON'T COPY PASTE MY STORY! Happy Reading...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#525
goodgirl
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rainbow In The Rain
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Converge With You [On Going]
  • Al Fahri
  • Secret and Moment
  • The Second Life [ END]
  • REGATHAN [END]
  • My Duchess / End
  • Alando (Tahap Revisi)
  • SHELTER (Completed)

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan