We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RayRey
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
A; "Boleh gue tanya sesuatu ke lo?" B; "Hm" A; "Kenapa lo berubah?" B; "Gue pikir itu bukan pertanyaan tapi itu pernyataan." A; "iyah, maksud gue apa alasan lo berubah?" B; "Peduli apa lo?" A; "Kenapa lo jadi cuek gini? B; "Karena dulu gue pernah beri perhatian tapi diabaikan." A; "Kenapa lo jadi pemarah? B; "Karena dulu gue pernah lembut, namun dijadikan bahan candaan banyak orang." A; "kenapa lo jadi dingin seperti ini? B; "Karena dulu gue pernah ramah, namun dijauhi banyak orang. Dan lo ingin tau kan kenapa sikap gue berubah kayak gini? Karan PENGALAMAN YANG MERUBAH SEMUANYA SEGALANYA." Penasaran? Yok yok sini yang jauh mendekat, yang dekat merapat.
All Rights Reserved
#351
reyhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Shorts: Lee Cute Jeno [Selesai]
  • COMPLICATED
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Gadis Hujan
  • Perihal Sandwich(End)
  • PETRICHOR [Lengkap]
  • HILDAN'S STORY
  • Dear Renjun || Nct Dream

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines