Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

  • WpView
    LECTURAS 6,950
  • WpVote
    Votos 371
  • WpPart
    Partes 48
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 25, 2019
AKAN ADA RASA YANG BEGITU SANGAT DEKAT MENJADI SANGAT JAUH KETIKA RASA BARU YANG DATANG LANTAS MENEMPATKAN DIRINYA DI TENGAH ANTARA KEDUA RASA ITU!! * * * * "Jaga rasa lo buat orang yang udah membuat lo lebih berharga!" Ucap Arga dengan tatapan yang serius pada Della. "Bagaimana jika orang itu juga menyimpan rasa pada orang lain? Apa gue harus bertahan atau malah harus mengalah?" Tanya Della dengan penglihatan yang mengabur karena air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya. "Lepaskan! Jika itu yang terbaik!" Lelaki itu bernama Arga, Arga Dewansa Alexandra. Seorang siswa dari SMA Nusa Cendekiawan yang mempunyai sahabat bernama Della Syaira Anatayya, seorang cewek tomboy. Persahabatan yang sudah lama mereka rajut tanpa ada rasa selain rasa persahabatan. Rasa yang seharusnya dia rasakan dari dulu kini terhalang oleh kehadiran anak baru yang bernama Bella Enova Sanjaya. Apakah perasaannya akan terbalas atau bahkan malah mendapatkan luka di hatinya?
Todos los derechos reservados
#68
intrik
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Penuaan (Dini) Arlea ✅
  • Ar.
  • AL: Stand Alone [END]
  • AgniaDiary's
  • The Heart Wants What It Wants (Tamat)
  • Destiny [COMPLETED]
  • Valcano
  • Back To You
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • FRIEND ZONK

[Diikutsertakan dalam Wattpadindo Writing Challenge] *Comedy-Romance* ××××× -Kala penampilan dan umur tidak sesuai- Mau bagaimanapun Arlea menyanggah, pasti saja lebih banyak yang tetap percaya pada bukti fisiknya. "Ya, beginilah La. Lebih banyak percaya mata dibanding telinga. Terus juga, lo makanya agak mau lah diajak perawatan dikit. biar nggak disangka tua. Udah mah penuaan dini, sifat juga kedewasaan amat." Setidaknya sang kakak mengerti, tapi.... Ia lebih banyak diomeli, sih. "Ck! Kakak tuh yang terlalu berlagak masih ABG, umur dah mau kepala tiga juga," amuknya sambil berlalu menuju kamar. "Bener-bener tuh bocah. Kena penuaan dini." Dirinya terdiam sebentar lalu bergumam, "tepatnya penuaan Arlea."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido