We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ALINA
  • WpView
    Reads 267,794
  • WpVote
    Votes 7,171
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 13, 2020
WpInfo
Fanfic
Fairy Tail
UP SESUAI MOOD 20 Juni 2019 ~~ #1 in baileemadison 28 Juni 2019 ~~ #3 in cerita remaja 27 July 2019 ~~ #3 in baper 14 Agustus 2019 ~~#3 in alina 15 November 2019 ~~#3 in wanted • • • • • "APA YG KAMU LAKUKAN KEPADA PUTRIKU ANAK TAK TAU DIRI" teriak mom di depan alina "Hiks.. alina gk hikss.. ngelakuin hikss... itu semua hikss.... itu semua hiks... rencana hikss... licik dari sasa hikss... mom" ucap alina sesunggukan karena menangis "JANGAN PANGGIL SAYA MOMY KARENA SAYA GAK SUDI PUNYA ANAK PEMBUNUH SEPERTI KAMU" bentak momy "Alina gk hikss... salah dad hikss... mom hikss... bang el bang sam hiks... alina gk hikss... ngelakuin itu hikss... semua ke sasa hiks..." jawab alin dengan masih senggugukan "Saya tidak mempercayai perkataan mu itu" ucap dady dingin sambil melepaskan tali pinggang yg iya pakai dan Ctarr.. "SAKIT" teriak alin kesakitan Ctarr... "Ampun dad" ucap alin tapi tak dihiraukan oleh dadynya Ctarr.. "Mom, bang el bang sam tolongin nana, nana sakit bang hiks..." ucap alin meminta tolong kepada mom bang el dan sam, tapi dihiraukan oleh mereka semua Ctarr... Ctarr... Ctarr... Setelah puas memukulin alin dady pun berkata "Besok saya tidak ingin melihat muka kamu lagi berada di rumah ini dan kamu tidak boleh menyandang marga SYLON lagi" ucap dady dingin, lalu pergi dari kamar alin Penasaran sama kelanjutan ceritanya?? Langsung baca aja ya Cerita author yang pertama ini emang pertama - tamanya rada - rada gak jelas sih tapi semakin berjalannya part gak gaje lagi kok Jangan lupa vote dan coment ya;) Hasih pemikiran sendiri jadi sangat - sangat dilarang untuk mencopas cerita saya Jangan lupa follow author dulu ya:V • • • • •
All Rights Reserved
#507
happy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • ALVANSA [Completed]
  • My Ice Boy ✔ (TELAH TERBIT)
  • Letha
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • Numbness (selesai)
  • My Perfect Happy Virus
  • Evando&Seraphine [END]
  • DIA (Completed)
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines