Love In The Holy Prison

Love In The Holy Prison

  • WpView
    Membaca 20
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jan 15, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kebayang gak? Seorang bitch masuk pesantren. Eh nggak bitch deng, cuman rada rada gitu. Dia dituntut untuk berhijab juga bertingkah lugu alias tidak centil. Tapi dibalik usaha susah payah sang gadis, dia menemukan cinta sejatinya di pesantren. Eummm kebayang gak? Makanya baca isinya jangan cuman deskripsinya doang. Author jamin kalian gak bakal nyesel.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Lintas Rasa (Completed)
  • Langit kita tak sama
  • Shadows of the Main Story
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married
  • takdir cinta anak pesantren (TAMAT)
  • Gus Halalku
  • Astagfirullah, Alzam! (End)
  • Kisah Cinta Rayhan & Adara
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)

Bagaimana jika muslimah pengabdi Wikipedia, pemuda kolektor Injil, si budhist pencari kedamaian, dan gadis introvert beragama Hindu, bertemu dalam hubungan persahabatan? Satu lagi, pemuda "gila" yang memiliki pemahaman berbeda tentang Tuhan. Setidaknya, mereka memiliki satu kesamaan, sama-sama tidak suka fanatisme. Perlintasan rasa mereka lewati dengan cara masing-masing, juga ... mungkin kerja sama. Meski pada akhirnya, salah satu benar-benar menyimpan rasa yang berbeda karena logika. Tak ada yang ditutupi, ini bukan romansa dengan tokoh yang cinta dalam diam. Ini hanya kisah persahabatan dalam beda, cinta tanpa sama, feminisme secara sederhana, filsafat yang semoga tidak menggila, sejarah seadanya, juga ... toleransi seutuh-utuhnya. _________________ Warning! Cerita ini penuh dengan pemikiran-pemikiran berat, diskusi mendalam, serta topik-topik sensitif terutama masalah Ketuhanan. Kaum fanatik harap jauh-jauh karena pengupasan masalah akan menitikberatkan pada pandangan filosofis, bukan agamis.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan