We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Protagonis? Big No I'am Antagonis

Protagonis? Big No I'am Antagonis

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Nov 10, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Bagi yang gak kuat sama adegan kata-kata kasar dan kekerasan mohon tinggalkan lapak karna author gak tanggung jawab:> ------- Bagaimana rasanya ketika kamu selalu mengalah merelakan yang kamu sayangi dan cintai dimiliki orang lain dengan kata lain kamu mundur baik dari dalam keluarga, sahabat bahkan percintaan, tentu itu sangat menyakitikan. Tapi kali ini aku muak sangat-sangat muak menjadi protagonis yang terlalu lemah, membiarkan mereka merebut semua hak milikku. Cukup...... Saatnya kini aku harus berubah merebut kembali hak yang telah menjadi miliki sekalipun pertumpahan darah kulakukan. Protagonis?big no I'am antagonis Jangan menganggap ku seperti dulu, aku yang dulu telah mati Ingin lanjut kisah selanjutnya Mampir aja guys😊🙃.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ankara Si Antagonis Polos [ END √ ]
  • Menentukan Takdir Antagonis
  • Behind the Script [Hiatus]
  • Senja
  • not an antagonis (End)
  • The Redemption [TERBIT]
  • ALZEA
  • AURALASKAR |
  • Transmigrasi Seline (END)
  • Misi Jahat Si Protagonis ( END )

WARNING ⚠️ Di sarankan jika ingin menikmati cerita ini, jangan pakai logika! Jangan berpikir tentang alur yang ada. Nikmati saja tanpa banyak berpikir. Anggap aja cerita ini kayak air yang mengalir melalui banyak pertigaan atau perlimaan. Entah kalian akan menikmatinya atau justru bingung dengan ceritanya. So, enjoy. Terlahir dalam keluarga kaya tak selamanya menyenangkan, itu yang Anka pelajari dari pengalamannya hidup selama sembilan belas tahun. Anka seorang bungsu yang sayangnya memiliki fisik lemah. Tiada hari tanpa meminum obat, dan tiada hari tanpa adanya infus. Anka meninggal di usianya yang ke sembilan belas tahun karena penyakit jantung bawaan yang dia derita. Namun bukannya pergi ke surga jiwanya malah terdampar dalam sebuah novel yang dia temukan di perpustakaan milik kakeknya. Sialnya lagi Anka malah menjadi tokoh antagonis yang namanya persis seperti nama dirinya. Sosok remaja enam belas tahun yang di cap iblis oleh orang sekitarnya hanya karena warna matanya yang berbeda antara yang kiri dengan yang kanan. Status: S1 : terbit S2: End

More details
WpActionLinkContent Guidelines