Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Menari
  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Des 25, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Seorang gadis cantik dengan keahliannya menari bersama iringan musik mencoba untuk menggapai mimpinya. Namun,ada beberapa orang yang juga mencoba untuk menggagalkannya termasuk keluarganya sendiri. Berjuang sendiri tanpa ada dukungan membuatnya semakin tertantang untuk membuktikan bahwa ia bisa. Hingga suatu saat ia bertemu dengan seseorang yang diam-diam mendukungnya walau dengan caranya sendiri. Caranya yang sedikit unik dan berbeda. Apakah yang akan terjadi? Bisakah gadis itu meraih impiannya? Penasaran dengan ceritanya? Yuk langsung baca aja!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#171
dance
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Game Over: Bull's Eye
  • Say My Name
  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • Sweet Couple [On Going]
  • You Are .... #Wattys2017
  • DRABIA [END]
  • Tanya Hati
  • RAISA
  • ALSYA

[2] TERBIT 📖 - Game Over adalah nama lain dari taruhan. Game Over sedang berlangsung, tetapi tidak ada yang tahu tentang Game Over bayangan. Riri dihadapkan oleh sesuatu yang tidak biasa, yang tidak disadarinya. Tentang permainan aneh bernama Game Over yang ada di SMA Tabula Rasa yang rumornya dijalankan oleh sebuah geng rahasia. Tiba-tiba saja, bukan hanya satu cowok yang mendekat, tetapi lima. Mereka mendekati Riri dengan tiba-tiba, aneh, dan ... unik. Namun, di antara mereka perhatian Riri hanya tertuju pada satu. * "Pacaran, yuk?" "Lo ... barusan itu apa?" Riri menunduk gelisah memainkan jemarinya. "Gue nembak lo." Balasan cowok itu semakin membuat Riri sulit mengeluarkan suara dan terus gelisah menyembunyikan wajahnya yang merona. "Kalau lo setuju, kita pacaran." "Kalau enggak?" "Nggak pacaran." Riri memberanikan diri mendongak. Senyum itu lagi beserta tatapan yang akan selalu terbayang di ingatan Riri. "Ma-mau, sih," balas Riri gugup. "Gue juga mau, sih," balas cowok itu sambil menunduk dan menepuk puncak kepala Riri berkali-kali. [] copyright©2020, by sirhayani

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan