I Choose You
....
Casandra menundukkan kepala untuk undur diri, hemat sekali untuk mengeluarkan suara. Semahal itu ternyata, sulit disentuh. "Kurasa, Carlo menemukan yang sepadan." Nick mengulas senyum, mungkin dia terlambat untuk mendekati sosok kecil itu, sosok yang hanya memberikan bayangan kecil namun terlintas dimana tempat cahaya selalu ada. Harry sepertinya melepaskan sesak di hatinya yang hampir mengganjal seperti gantungan baju. Sesulit itu ternyata menyukai orang yang sama. Mungkin jika sosok itu lebih, maka cukup Casandra yang ia pantas bersanding dengannya. Biarkan Carlo mencari duplikat sosok mungil itu, hanya saja Carlo terlebih dahulu dinotis Casandra. Apa belum dinotis? Tapi sejoli itu, siapa yang tidak tau mereka. "Btw, mau minum?" Dika mengeluarkan smirk khasnya, menyenggol sosok anak rumahan di sebelahnya, siapa lagi kalau bukan Anton. Anton hanya menghela nafas sebelum ia melihat mereka, kalau seperti ini, kapan mereka pulang? Nick beranjak dari kursinya, "malam masih panjang, bartender kita sepertinya gatal untuk memegang botol keramat." Dika membusungkan dada dengan selingan maniak, itu pekerjaan yang ia lakukan semenjak SMA dulu. Harry dan Anton yang jarang untuk minum mengangguk setuju. "Setidaknya air itu bisa mengikis cinta gue yang tak terbalas."
*-"