We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ketika Sahabat & Cinta Bersatu

Ketika Sahabat & Cinta Bersatu

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 27, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita sahabat dan cinta memang sangat menyenangkan.. Namun apabila telah d tanya oleh seseorang "engkau lebih memilih sahabatMu ataukah cintaMu?" Tentu saja kalian bingung kan? Nahh ini cerita sekaligus jawaban dri salah seorang yg sudah menjawab pertanyaan tersebut tanpa ragu sedikitpun untuk menjawabnya😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inginku Memilikimu
  • Almost is Never Enough
  • Masih Adakah Aku Dihatimu?? ~END~
  • Do you love me???
  • Hanya Padamu (Aliando Prilly Story) -END-
  • Cinta atau Sahabat [COMPLETED]
  • secretary and ceo fierce
  • Let's Not Fall In Love
  • I Love You Prilly
  • Mencintai Sahabat Dadakan Ku

Walaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersirat ada rasa keKECEWAan. Namun demi membuatku tersenyum, kamu mengeluarkan beribu cara untuk menyembunyikan semua itu. Maafkan aku! Aku tidak tahu! Sumpah! Aku tidak mau salah memilih lagi! Aku tidak rela kamu bersama yang lain. Mungkin aku egois, karena hati. Hati aku yang selalu menuntunku untuk memilihmu. Prilly. Sungguh, aku sudah tak kuat menerima kenyataan ini. Dia sudah bahagia! Tapi aku tetap mengharapkannya! Kenapa Tuhan! Kenapa Engkau mengirim aku hanya untuk menjaganya, bukan memilikinya! Aku ingin menangis menyaksikan semua ini! Tapi aku tak mau terlihat lemah. Aku harus kuat. Tapi, saat dia menceritakan apa yang terjadi hari ini dengan senyum riangnya, ya? Aku senang. Apakah aku harus rela melepaskannya untuk orang lain yang disukainya?! Aku tak rela Tuhan! Aliando.

More details
WpActionLinkContent Guidelines