Story cover for Momentarily  by SaNi_30120109
Momentarily
  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Dec 25, 2018
Demi hujan yang menyimpan seribu satu rahasia...
Keyakinan gue gak bisa diganggu gugat. Gue akan buktiin ke mereka kalau gue gak pernah berhalusinasi.

No word 'for a while' in my life..
Since I decide, you are forever in my heart..
I will find you, Will!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Cerita membosankan sepanjang masa.. :)
Sinopsis bakal berubah2. Tapi isinya enggak.
#terniat #bukaniseng2 #30120109
All Rights Reserved
Sign up to add Momentarily to your library and receive updates
or
#3cloudy
Content Guidelines
You may also like
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] by AYA_MNK
28 parts Ongoing
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
NOESIS [END] by Reisen_San
21 parts Complete
Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =
Lovakarta by imaginayii
71 parts Complete
[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.
PLUVIOPHILE || The Reason I Like Rain? [ON GOING] by Bellias_Maypage
54 parts Ongoing
📌REVISI SETELAH TAMAT PLUVIOPHILE merupakan sebutan untuk mereka para pecinta hujan. Menurut mereka, hujan dapat memberikan kedamaian serta rasa nyaman. Beberapa dari mereka menaruh kebahagiaan di setiap rintik hujan yang turun, tetapi ada pula yang menaruh kesedihan di dalamnya. 🥀🥀 Zerlyn Amorana Adsena, nama indah nan secantik parasnya. Gadis berusia 20 tahun ini merupakan salah satu pecinta hujan. Berasal dari latar belakang keluarga terpandang, keluarga yang selalu dikatakan sempurna. Kata 'sempurna' sendiri memiliki makna lain dalam hidup Zerlyn, dia memang memiliki kemewahan di tangannya, sesuatu yang banyak orang dambakan. Dia bahkan tidak mengerti, di mana letak kesempurnaan itu? Baginya, keluarga ini jauh sekali dari kata sempurna. Terlalu banyak konflik pemecah, dan Zerlyn sendiri tidak bisa merasakan apa itu cinta dari sosok figur seorang ayah. Sang ayah seperti membencinya, membenci dengan alasan yang Zerlyn sendiri tidak tahu apa. Apa dia melakukan kesalahan? Dia tidak tahu di mana letak salahnya. Sejak kecil, seringkali dia mendapatkan perilaku buruk, penyiksaan, serta ketidak-adilan dari sang ayah. Harapannya dimusnahkan secara perlahan, kepercayaannya dipatahkan begitu saja. Harta yang dia miliki tidak akan bisa menggantikan rasa sakitnya dan juga harapannya akan kasih sayang. Semua itu terasa hampa untuknya. Hujan menjadi salah satu kehadiran yang paling dinanti-nantikannya. Zerlyn merasa nyaman setiap kali rintik hujan itu berhasil membasahi dirinya, apapun bisa dia curahkan bersama jatuhnya butiran air itu. Perlahan dia mulai kehilangan sosoknya yang ceria dan penuh cinta. Suatu kejadian fatal berhasil mengubah kepribadiannya, tumbuh dengan rasa kebencian membuat sosok anak kecil penuh keceriaan itu hilang, tergantikan sosok gadis penuh dendam. "I'm back with a new version of me. If you missed that little girl, she's gone, I killed her."-Zerlyn Amorana Adsena. 🥀🥀 • Start : Minggu, 03-12-2023 • Finish : ENJOY🥀
You may also like
Slide 1 of 8
Hujan di Halaman Asrama [END] cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧) cover
Otter Eyes cover
NOESIS [END] cover
Lovakarta cover
PLUVIOPHILE || The Reason I Like Rain? [ON GOING] cover
Rainy Rain cover

Hujan di Halaman Asrama [END]

21 parts Complete

FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ⚠️ "Hujan di Halaman Asrama" Pesantren ini adalah rumah kedua bagi kami-tempat belajar, tempat beribadah, dan tempat menyimpan rahasia yang tak bisa diceritakan. Di balik serambi asrama, ada tawa yang menghangatkan, ada doa yang dipanjatkan, dan ada perasaan yang tumbuh diam-diam. Aku, dia, dan dia. Kami bertiga terikat dalam persahabatan, tetapi juga terjebak dalam perasaan yang tak seharusnya ada. Di antara suara hujan yang jatuh di halaman asrama, ada janji yang diucapkan, ada harapan yang diam-diam disisipkan dalam doa, dan ada hati yang perlahan mulai terluka. Cinta di pesantren tidak seperti cinta di luar sana. Ia harus disembunyikan dalam diam, dirapalkan dalam doa, dan sering kali berakhir tanpa kepastian. Hujan di halaman asrama menjadi saksi bisu perjalanan kami-tentang persahabatan, tentang cinta yang tak abadi, dan tentang kenangan yang mungkin hanya akan menjadi bagian dari masa lalu. Start : 21 Maret 2025 Finished : 30 APRIL 2025