Monolog dalam Kenangan

Monolog dalam Kenangan

  • WpView
    Reads 251
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
WpInfo
Fiction
Mystery
Bacalah sesuai dengan sudut pandang yang diinginkan. Aku hanya sekadar bermonolog dalam kenangan. "Bagaimana aku bisa kehilangan arah?" Aku membatin.
All Rights Reserved
#11
muram
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • SHEA SANG FIGURAN
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Defiant [END]
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Shadow in the Lab

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines