Endless Illusion

Endless Illusion

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 8, 2019
WpInfo
Fiction
Mystery
Sudah lama baginya hidup sendiri di apartemen tua itu. Sesekali sambil menyapa foto yang ia letakkan di dinding. Matanya sangat redup. Rambut hitam pendeknya tampak kusut. Duduk dimeja makan dengan secangkir teh tak bergula didepannya. "Ini buruk. Aku tidak bisa seperti ini!". Katanya kesal dan menggebrak meja dengan keras. "Keluarkan aku! Kumohon! Aku hanya ingin bebas!". Ia menjerit seraya memukul kepalanya ketembok. Tetesan cairan merah mengalir dari sudut luka kepalanya. Membuatnya semakin histeris. Pemuda itu menangis meraung-raung. Warna airmatanya sudah tak bening lagi. Bercampur darah dari kepalanya. Lagi-lagi ia menjerit. Foto-foto yang disapanya kemudian menjadi korban kebrutalannnya. Ia memukulnya. Melemparkannya. Menginjaknya. Lalu memaki-makinya dirinya. Sekarang tangannya sudah kotor dengan darahnya sendiri. "Kamu tidak akan keluar dari mimpi ini. Salahmu. Kau yang menerima petaka ini.". Dari meja makan itu, didepan teh tak bergula. Hantu itu juga mengutuk dirinya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadows of the Main Story
  • TRANSMIGRASI:Ahli bela diri dingin dari Veydris
  • Walau Kau Tak Bernafas Lagi: Rahasia Dan Perlindungan
  • Kako Kara No Koibito [End]
  • NAURA CUMA FIGURAN! [ END ]
  • ANAK YANG DI LANGGAR
  • Exchange Souls With Villains

Seorang gadis manis mendapati dirinya terjebak di dalam dunia novel yang asing. Sebelumnya, ia sangat gemar membaca berbagai jenis novel, tetapi tak pernah terbayangkan bahwa suatu hari ia akan menjadi bagian dari cerita itu sendiri. Semua bermula ketika ia meminum segelas susu, lalu tiba-tiba terbangun dalam tubuh seorang karakter novel yang bahkan tidak ia kenali. Apakah ia seorang protagonis, antagonis, atau sekadar figuran? Jika boleh memilih, ia lebih suka menjadi figuran, hidup tenang tanpa harus berurusan dengan tokoh utama. Namun, seperti yang sering terjadi dalam kisah-kisah klise, bahkan seorang figuran pun bisa memainkan peran penting dalam alur cerita. Akankah ia berhasil menjalani kehidupan barunya tanpa terseret ke dalam pusaran konflik novel ini? Atau takdir memiliki rencana lain untuknya? ________________________________ ⚠️Dilarang keras memplagiat cerita ini!! Cerita ini merupakan hasil karya yang saya tulis sendiri. Jika ada kesamaan nama, tempat, atau alur dengan karya lain, itu semata-mata kebetulan dan tidak disengaja. Saya juga berusaha menyajikan cerita dengan gaya dan sudut pandang yang unik tanpa menyalin atau meniru karya orang lain. ________________ SEBUAH CERITA SEDERHANA YANG DIBUAT RUMIT⏳

More details
WpActionLinkContent Guidelines