Hujan Yang Tak Kunjung Reda

Hujan Yang Tak Kunjung Reda

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 2, 2025
Hujan selalu datang tanpa diundang, membawa serta angin dingin yang menusuk hingga ke dalam hati. Di luar, langit serasa menyesakkan, tertutup awan kelabu yang tak pernah memberi kesempatan untuk bersinar. Begitu pun hidupku, yang penuh dengan hujan tak berkesudahan, datang tanpa ampun, meresap dalam setiap detiknya. Seperti air hujan yang tak pernah berhenti mengalir, begitu pula luka di hatiku, yang semakin dalam, semakin sulit untuk dilupakan. Aku, yang dulu percaya bahwa cinta bisa menjadi pelipur lara, kini hanya bisa menatap langit dengan kesedihan yang semakin membeku. Andi datang begitu tiba-tiba, menyentuh hati yang sudah lama tertutup, memberi harapan yang tak pernah ada. Dia datang seperti matahari di tengah badai, hangat dan menyinari sudut-sudut gelap dalam jiwaku. Tapi seperti hujan yang datang tiba-tiba dan tak pernah reda, cintaku kepadanya pun berakhir tanpa pernah mendapatkan jawaban yang memadai. Sekarang, setiap hujan yang turun hanya mengingatkanku pada janji-janji yang terucap di bawah langit yang sama. Janji yang kini terhapus bersama hujan yang tak kunjung reda. Seperti hujan yang menghapus jejak di jalanan, begitulah cinta yang pernah ada, hilang ditelan waktu, meninggalkan hanya kenangan yang tak bisa aku hapus. Aku berdiri di bawah hujan ini, mencoba bertahan, meskipun rasanya aku sudah terlalu lama basah oleh kesedihan. Karena hujan ini tak pernah berhenti. Seperti hatiku yang tak akan pernah benar-benar sembuh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Full Of Scratches
  • Sekali Lagi (End)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • SalFlo
  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • Cerita Tentang Kita
  • You're Here, But Not For Me
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)

Aku lupa sudah beberapa aku jatuh bersama angin yang kuat, bahkan hingga petir menyambar. Apa mungkin aku diciptakan sendiri? Kenapa Tuhan menghapus sedikit demi sedikit kebahagianku? Kenapa Tuhan tak menghilangkan rasaku saja, rasa yang selalu orang anggap manis namun ternyata beda apa yang aku rasakan, terlalu pahit. Rasa Cinta Terkadang rasa cinta tidak perlu alasan, kenapa rasa ingin meninggalkan begitu harus memiliki alasan aku tidak tahu jalan cerita cinta ini, cinta bagaikan teka-teki yang sulit untukku mengerti. Bagaimana aku bisa melihat dua orang yang benar-benar aku sayangi begitu menepati janjinya, janji untuk menjadi pawangku. Disaat badai itu datang dia benar-benar ada, jika yang disamping melukai yang belakang menguatkanku. Yang di belakang melukai yang disamping menguatkanku. Aku benar-benar bingung untuk melakukan apa, disaat seperti ini aku benar-benar tidak tahu yang harus aku lakukan. Aku melamun di jendela kamar melihat dua pohon yang setiap hari semakin tinggi. Pohon yang penuh kenangan. Ragaku disini tapi tidak dengan pikirkanku. Aku memikirkan kejadian yang mana dua pawangku berkelahi. Aku benar-benar ingin melerainya saat itu tapi niat aku urungkan karena orang-orang yang mencintai mereka berada tepat di sampingku, Aku begitu khawatir saat mereka adu jotos, aku tidak tahu yang di permasalahan apa. Aku ingin bercerita, bahwa aku pernah kehilangan lelaki yang aku pertahankan hingga beberapa tahun lamanya. Aku juga kehilangan satu nyawa laki-laki yang menjadi pawangku. Dan apa itu tidak cukup? Dan semua telah berubah semenjak hari itu, hari dimanakah semua hilang terbawa derasnya hujan. Aku ingin kembali seperti semula, berharap ada seseorang yang mengubahku tanpa pamrih. Aku sangat berharap. -Rainee Wijaya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines