Hujan Yang Tak Kunjung Reda

Hujan Yang Tak Kunjung Reda

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 2, 2025
Hujan selalu datang tanpa diundang, membawa serta angin dingin yang menusuk hingga ke dalam hati. Di luar, langit serasa menyesakkan, tertutup awan kelabu yang tak pernah memberi kesempatan untuk bersinar. Begitu pun hidupku, yang penuh dengan hujan tak berkesudahan, datang tanpa ampun, meresap dalam setiap detiknya. Seperti air hujan yang tak pernah berhenti mengalir, begitu pula luka di hatiku, yang semakin dalam, semakin sulit untuk dilupakan. Aku, yang dulu percaya bahwa cinta bisa menjadi pelipur lara, kini hanya bisa menatap langit dengan kesedihan yang semakin membeku. Andi datang begitu tiba-tiba, menyentuh hati yang sudah lama tertutup, memberi harapan yang tak pernah ada. Dia datang seperti matahari di tengah badai, hangat dan menyinari sudut-sudut gelap dalam jiwaku. Tapi seperti hujan yang datang tiba-tiba dan tak pernah reda, cintaku kepadanya pun berakhir tanpa pernah mendapatkan jawaban yang memadai. Sekarang, setiap hujan yang turun hanya mengingatkanku pada janji-janji yang terucap di bawah langit yang sama. Janji yang kini terhapus bersama hujan yang tak kunjung reda. Seperti hujan yang menghapus jejak di jalanan, begitulah cinta yang pernah ada, hilang ditelan waktu, meninggalkan hanya kenangan yang tak bisa aku hapus. Aku berdiri di bawah hujan ini, mencoba bertahan, meskipun rasanya aku sudah terlalu lama basah oleh kesedihan. Karena hujan ini tak pernah berhenti. Seperti hatiku yang tak akan pernah benar-benar sembuh.
All Rights Reserved
#154
jahat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Kamu [SELESAI]✔
  • SalFlo
  • Remaja
  • You're Here, But Not For Me
  • Cerita Tentang Kita
  • TAKDIR ALLAH [End!]
  • N O R A [on going]

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines