OH GOD, BLIND HIS EYES!!

OH GOD, BLIND HIS EYES!!

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 31, 2019
Kejadian ini sangat menyentuh isteri Maulana. Iya mendapatkan pelajaran yg berharga. Serta merta ia beristigfar. Ia sadar akan kekeliruannya. Ia langsung bersimpuh dihadapan suaminya, mencium tangan kanannya dan meminta maaf atas apa yang tadi ia lakukan. Kebeningan hati dan keikhlasan kembali menyelimuti keluarga Moch Maulana Sakti.
All Rights Reserved
#421
perfect
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Not A Perfect Husband ✔
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • TEACHERBAND [END]
  • SENI MEMAHAMI HATI ISTRI
  • Cinta tak keliru (END)
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Nadira
  • Jodoh Sebelum Hilal

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines