We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Gintara
  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Hal terkonyol yang pernah Gintara lakukan adalah menerima gadis berkacamata di kelasnya sebagai teman. Hal terbodoh yang pernah Gintara lakukan adalah jatuh cinta kepada sosoknya. Bagi Gintara, Sheina tidak lebih dari seorang gadis nerd penggila buku. Tidak ada yang lebih menarik darinya selain kacamata yang menggantung di hidung gadis itu dan benar-benar membuat tampilannya seperti alien sungguhan. Tapi semua berubah hanya dari sebuah sapaan kecil dan perhatian yang secara tidak sadar membuat Gin merasa istimewa. Bagi Sheina, Gin adalah pahlawan. Ia adalah satu-satunya orang yang tak segan membelanya dan menganggapnya sebagai seorang teman, bahkan sahabat. Gin tidak pernah merasa segan dan canggung mengutarakan perasaannya kepada Sheina dan yang ia tahu, Gin selalu dan akan tetap menjadi sahabat terbaiknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Beauty
  • Sweet Combat
  • Seventeen Years Old
  • Kelas A [End]
  • Resonansi
  • Miracle
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines