Gintara
  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 27, 2019
Hal terkonyol yang pernah Gintara lakukan adalah menerima gadis berkacamata di kelasnya sebagai teman. Hal terbodoh yang pernah Gintara lakukan adalah jatuh cinta kepada sosoknya. Bagi Gintara, Sheina tidak lebih dari seorang gadis nerd penggila buku. Tidak ada yang lebih menarik darinya selain kacamata yang menggantung di hidung gadis itu dan benar-benar membuat tampilannya seperti alien sungguhan. Tapi semua berubah hanya dari sebuah sapaan kecil dan perhatian yang secara tidak sadar membuat Gin merasa istimewa. Bagi Sheina, Gin adalah pahlawan. Ia adalah satu-satunya orang yang tak segan membelanya dan menganggapnya sebagai seorang teman, bahkan sahabat. Gin tidak pernah merasa segan dan canggung mengutarakan perasaannya kepada Sheina dan yang ia tahu, Gin selalu dan akan tetap menjadi sahabat terbaiknya.
All Rights Reserved
#422
friends
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sayang
  • Seventeen Years Old
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Paper Plane
  • Trapped between two friends
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • GHAVARI
  • Miracle
Sayang

TERBIT 📖 - "Siapa yang bernama Sayang di sini?" teriak panitia itu, membuat sebagian orang di sana menahan tawa sekaligus penasaran. "Ayo ngaku aja." Alya mengangkat wajahnya. "Sayang...," panggil cowok itu lagi, membuat Alya melihat ke sekelilingnya. "Nggak usah cari ke sana kemari karena yang namanya Sayang itu kan elo." Alya mengernyit. Geli. Dia menatap cowok itu. Kernyitan di dahinya semakin dalam saat cowok itu melihat ke arahnya sembari tersenyum. "Halo, Sayang?" Cowok itu mengangkat tangannya. "Kenalin, gue Arya." Mulai hari itu, Alya tak tahu bahwa kehadiran Arya ke depannya akan memberi warna dalam hidupnya. Warna-warni. Dan jangan lupakan kelabu. copyright©2019, sirhayani

More details
WpActionLinkContent Guidelines