Sepatu Kaca

Sepatu Kaca

  • WpView
    Reads 1,000
  • WpVote
    Votes 148
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku hanya bagian kecil dari kisah Cinderella, layaknya sepatu kaca. *** Pada akhirnya cerita kita meninggalkan luka, sepatu kaca yang kujaga dalam etalase permata kini hancur tak tersisa. Ku kira kau mungkin bisa jadi satu-satunya, nyatanya sepatu kaca kini retak sebelum bertemu pemiliknya. Kukira kita bisa bahagia selamanya, namun ternyata itu hanya ada dalam angan-angan saja. Ironis, kau maupun aku saling terkurung dalam peran protagonis dengan masalah yang selalu menghampiri tanpa permisi, aneh,tentu saja! aku yang mengira menjadi Cinderella kini tetap menjadi gadis dengan sejuta masalah yang menimpa. pada dasarnya semesta mungkin tak mengizinkan kita, atau mungkin semesta mengatakan bahwa aku bukan cinderella yang sepatunya tertinggal di tangga istana.Mungkin kita akan bertemu di cerita yang berbeda. Semesta, mengganti peran kita dengan caranya, sepatu kaca yang telah hancur,mungkin sebuah awal dari cerita sesungguhnya. Namun terserahlah,selama kita berada di bawah langit yang sama, aku akan menunggumu, di atap sekolah, kita akan berbincang sembari memakan cilok mang Jajang.
All Rights Reserved
#380
hope
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • [TFS-1] Stepsister Story [END]
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Cinderolla (KACILA) - COMPLETED
  • Bukan Cinderella (Sudah Ada Di Toko Buku)
  • Failure . ℅
  • Not Cinderella (gxb)
  • The Secret Of My Girlfriends
  • A Hundred Days Closer [On Going]

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines