Bintang Dan Langit

Bintang Dan Langit

  • WpView
    Membaca 727
  • WpVote
    Vote 85
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jun 7, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Hey kamu? Iya kamu. Masih terjaga? Keluar yuk, sama-sama liat bintang. Ya tapi masih ada awan yang menghalangi sih. Tapi nggk papa lah. Mungkin saat ini Langit masih dibatasi oleh awan perihal Sang Pelukis alam semesta masih belum mengizinkan. Tapi aku kan tetap menanti dan takkan pernah berhenti menanti, dan terus menanti dan percaya kepada Sang pelukis. Yang Terbaik Akan Dipersiapkan Untuk Nanti. Sekarang, hanya do'a dan harapan yang bisa aku kirimkan kan kepadaNya, dan semoga Langit mendengarnya. Bahwasannya Bintang suatu hari nanti akan menemani Langit.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#35
canda
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • You're Here, But Not For Me
  • flashback~
  • Dibawah Bintang (TAMAT)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Langit dan Kejora ✔
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • HAYALAN [ END SUDAH REVISI ]
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • If I Can't See The Sun √
  • Senja merindu fajar

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan