OUR UNCONDITIONAL LOVE

OUR UNCONDITIONAL LOVE

  • WpView
    Reads 6,681
  • WpVote
    Votes 757
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 10, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Kalau kata kisah kami bak drama korea, tidaklah seindah mana. Hidup kami sama seperti budak-budak normal yang lain cuma bezanya.... Kisah kita sweet sikit, kan? " Princess, tunggu apa? Nak your prince dukung ke?" - Dzar Raiqqi a.k.a Dzar " Dukung tak mainlah. Naik carriage baru best!" - Ayin Zatasha a.k.a Jija Siapa sangka dengan hadirnya seorang insan bernama Dzar Raiqqi mampu mengubah hidup ramai orang disekelilingnya. Dengan kemanisan ayat diatur indah siapa, sahaja tidak jatuh tergolek bangunan? Cik akak seorang ini pun melayan. Kadangkala dia pula terlebih dos tebu di bibir. " They say boys are troublesome. For me, boys seem...Interesting." - Ayin Zatasha " They say girls are difficult. For me, girls seem...Just like you." Dzar Raiqqi " It's a gift." - Ayin Zatasha " Why should we ignore it?" - Dzar Raiqqi Bila bumi terus berputar membawa masa pergi jauh dari mereka. Hanya waktu dan takdir Ilahi yang mampu menentukan segala-galanya. " Remember that a woman's heart hold the deepest secret of ocean." " Loving her because of what she was and what she is and what she will be is a true love indeed. To cherish someone without knowing the existence of love itself is what we call as an unconditional love." Disebalik setiap kepayahan terkandung seribu nikmat. Ini kisah hidup aku. Boleh kata hidup aku dipenuhi dengan pelbagai kenangan pahit dan manis. Namun, kisah sweet ini permulaan bagi segala permulaan. Paling penting, kemanisan mulut putera idaman yang tiada tolok bandingnya mencairkan hati tidak tetap milik sang puteri. [ whole 25 chapters update in a day] [18th in asrama] [1st in highschool] [5th school romance]
All Rights Reserved
#9
pengajaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Heirs's Destiny ✔
  • SOLE MIO [C]
  • Our Mini Diary♡ [COMPLETE]
  • Zharil Darriz
  • Kau Sempurnakan Cintaku ( C )
  • [C] Putera Kayangan
  • HIPSTER DOWH
  • Personal Assistant
  • Aku ENCIK KINGKA punya! [in -editing]

5 tahun sudah berlalu.. Aylie dan Arrian masing-masing dengan laluan sendiri. Seorang di Malaysia, seorang di Sweden. Kalau di luaran, mereka seperti biasa. Tapi siapa tahu di hati, mereka sangat merindui satu sama lain. Namun, kedua-duanya ego. Kata-kata yang telah dimeterai sebelum mereka berpisah menjadi pegangan. "Our family come first." Cinta diketepikan, keluarga diutamakan. Demi maruah HarSha, mereka sanggup mengorbankan rasa cinta demi keluarga. "Our feelings is not important." •••••• Kini, 5 tahun sudah berlalu. Saat mereka bersua buat pertama kali, masing-masing jelas terkedu. "Kau tengok aku kenapa?" "Siapa tengok kau? Kau ingat kau handsome sangat?" "Amboi, mulut kau makin teruk eh sejak aku pergi Sweden." "Makin teruk? Mana kau tau mulut aku makin teruk?" Arrian berjalan mendekati Aylie membuatkan Aylie makin ke belakang sehingga badannya tersandar pada dinding. Arrian mengepung Aylie. Kedua-dua tangannya diletakkan di tepi kepala Aylie. Mata biru milik seorang Natasha dan mata kelabu milik seorang Harris saling bertentang. "I miss you so much, Tengku Aylie Natasha." Keluar luahan rindu dari bibir seorang Tengku Arrian Harris. Mukanya ditundukkan. Aylie terdiam. "I miss you too." Kata-kata itu hanya mampu dibalas di hatinya. "Please let your feelings go, Arrian. Aku tak nak kita terus menderita dalam keadaan ini. Kau dah janji dengan aku untuk lupakan semua ni untuk keluarga kita." "But I can't." Aylie memandangnya. Tangan Arrian dicapainya. Cincin di jari Arrian dipandang dan diusap. Arrian memandang perbuatan Aylie. "Me too as well. But we have to try." "Kalau tak boleh juga?" "I know you can." "But you can't!" •••••• Bagaimanakah perjalanan mereka dalam menempuh segala dugaan untuk mengecapi kebahagiaan? Atau adakah mereka tidak akan ditakdirkan untuk bersama? All in The Heirs's Destiny. "We didn't know our destiny."

More details
WpActionLinkContent Guidelines