MENTARI
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida mié, dic 26, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Masa-masa sulit telah aku lewati, namun baru sebentar aku merasakan kebahagian, kini masa sulit itu kembali menghampiri aku. "Tuhan, sebegitu bencinya kah kau padaku" teriaku dalam lebatnya hujan yang turun, dengan disambut sambaran petir yang terdengar riuh seolah menjawab kemarahanku. Aku Mentari, seorang anak penderita kanker otak yang berusia 7 tahun. disini aku tidak akan menceritakan seperti apa sakitku tapi aku akan mencoba menceritakan perjuanganku dalam menghadapi penderitaan ini. Memiliki keluarga yang sangat mencintaiku adalah sebuah berkat yang sangat indah. Ayahku adalah seorang pengusaha properti sukses di jakarta dan Ibuku adalah seorang wanita karier yang aktif di dunia perpolitikan. Aku sangat bahagia sekali memiliki kedua orang tua yang sangat menyayangiku dengan penuh kasih. Namun hari-hariku selalu diselimuti dengan kesepian karena kedua orang tuaku terlalu sibuk dengan dunia mereka masing-masing sehingga aku selalu sedih disaat aku merindukan mereka disisiku. Aku menjadi anak yang sangat tertutup dan pemalu dengan semua hal, mungkin karena aku adalah seorang anak rumahan, layaknya putri raja yang terkurung dalam sebuah istana penuh dengan kecukupan. Dunia pun kini berputar terbalik, ketika aku harus dihadapkan dengan sebuah dilema yang menghancurkan masa anak-anaku, karena Kanker yang harus aku derita ini sangat menyakitkan dengan penuh suka cita yang tidak dapat aku ucapkan dengan kata-kata lagi. Ternyata benar roda itu berputar dan aku hanya mengira itu sebuah kata kiasan saja, kini menjadi kenyataan. Dunia yang dulu penuh kecukupan kini menjadi dunia yang penuh kekurangan. kata Ayah Tuhan selalu mempunyai rencana dibalik sebuah ujian jadi kita harus bisa menerima semuanya dan kuat dalam menghadapi cobaanNya. Mereka memanggil aku tuyul, sebenarnya aku sangat marah ketika itu namun aku menyadiri setelah berkaca pada cermin aku memang seperti seorabg tuyul, jadi kenapa aku harus marah ketika ada yang memanggil aku dengan sebutan "TUYUL"
Todos los derechos reservados
#483
smp
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cita Cinta Jenna
  • Senja Yang Tak Kembali
  • ALVIN (On Going)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Embun Pagi
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Langit Malam
  • Sekali Lagi (End)

Di umur 17 tahun aku kehilangan kedua orang tuaku. Di situlah awal mula kehancuran duniaku. Dengan terpaksa aku harus mengubur mimpiku. Kematian kedua orang tuaku dibayar oleh seseorang sebagai jaminan hidupku. Aku merasa sesuatu terjadi tanpa ada yang mengetahui. Sejak saat itu, menjadi pengacara adalah tekadku. Dan mengungkap kasus itu adalah misiku. Jalanku rumit. Aku harus berhadapan dengan pria yang penuh kebencian. Pria yang sempat aku menaruh rasa padanya. Bukankah itu sebuah pertentangan? . . . Penasaran gimana ceritanya? Yuk tambahkan ke perpus! SATU VOTE DAN KOMENTAR YANG KALIAN BERIKAN AKAN MENJADI SAKSI PERJALANAN AUTHOR DALAM MENULIS, NAMUN TIDAK SEDIKITPUN MERUGIKAN KALIAN!!! ⚠️cerita ini hasil imajinasi sendiri, mohon maaf kalo ada kesalahan kata, kesamaan nama tokoh dan cerita⚠️ ⚠️Hak cipta dilindungi undang-undang! No plagiat, Allah maha melihat⚠️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido