ANANTA

ANANTA

  • WpView
    GELESEN 36,963
  • WpVote
    Stimmen 1,661
  • WpPart
    Teile 44
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Jan. 31, 2021
WpInfo
Belletristik
Romantik
(CERITA SELESAI) (Belum direvisi) Semua hal yang pernah membuat luka dahulu, semua hal yang membuat tangisan dahulu, mari kita ubah menjadi bahagia dengan lembaran baru. Aku bahagia, jika air matamu tidak menetes lagi di pipimu -Reo- Jangan cari aku jika hanya untuk menyakiti, sungguh itu tidak berarti -Ananta-
Alle Rechte vorbehalten
#56
intan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • ALZEA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • hay mantan !!
  • Shadows of the Main Story
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • I'M Nagatha [END]

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien