We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Beautiful White

Beautiful White

  • WpView
    Reads 224
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 29, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Kadang aku mikir gini, mungkin hewan aja lebih berperasaan dibandingkan dengan manusia. Aku yang terlahir dengan kelainan albinisme ini, udah sering dijadiin bahan lelucon. Yap. Aku korban bullying. Saat masuk SMP, aku dijadikan sarung tinju bagi mereka yang merasa kesal tanpa alasan yang jelas. Oke, itu gak ada apa-apanya dibandingkan sekarang pas aku masuk SMA. Wah parah dah. Udah gak punya temen, tiap hari luka di tubuhku semakin banyak dan ada yang gak bisa ditutupin pake plester atau perban. Obat apa pun itu tetep gak bisa nyembuhin luka itu. Tau kan luka apaan itu? Ya. Luka batin.
All Rights Reserved
#85
albino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Perfectly Imperfect [TAMAT]
  • YUKI ( yang mereka tertawakan )
  • ALSHA
  • Three Targeted Girls!!
  • 'MY ENEMY'
  • Grey And White Love *RARIF*
  • ALINGGA [ SUDAH TERBIT]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines