Beautiful White

Beautiful White

  • WpView
    Reads 224
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 29, 2019
Kadang aku mikir gini, mungkin hewan aja lebih berperasaan dibandingkan dengan manusia. Aku yang terlahir dengan kelainan albinisme ini, udah sering dijadiin bahan lelucon. Yap. Aku korban bullying. Saat masuk SMP, aku dijadikan sarung tinju bagi mereka yang merasa kesal tanpa alasan yang jelas. Oke, itu gak ada apa-apanya dibandingkan sekarang pas aku masuk SMA. Wah parah dah. Udah gak punya temen, tiap hari luka di tubuhku semakin banyak dan ada yang gak bisa ditutupin pake plester atau perban. Obat apa pun itu tetep gak bisa nyembuhin luka itu. Tau kan luka apaan itu? Ya. Luka batin.
All Rights Reserved
#164
albino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA  (TERBIT)
  • ALRICK [TAMAT-TELAH TERBIT]
  • YUKI ( yang mereka tertawakan )
  • ALSHA
  • The enemy is my love
  • ALINGGA [ SUDAH TERBIT]
  • 'MY ENEMY'
  • ZATARFA (Tamat)
  • My love ' My Enemy [ END ]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines