We hebben onze Inhoudsrichtlijnen bijgewerkt.
Bekijk de nieuwste richtlijnen om veilig verhalen te blijven delen.
DAWN (Rewrite)

DAWN (Rewrite)

  • WpView
    reads 349
  • WpVote
    Stemmen 42
  • WpPart
    Delen 17
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd maa, jun. 24, 2019
WpInfo
Fictie
Romantiek
Hujan. Suka ataupun tidaknya seseorang terhadap hujan, tergantung dari sisi mana ia memandangnya. Aku suka dengannya, aku suka aroma petrichor dan bau tanah saat hujan datang. Aku bukan orang yang dapat menyukai sesuatu dengan mudah, namun dengan hujan aku dapat menyukai bahkan mencintai sesuatu dengan sekejap mata hanya karena latar belakang bagaimana sisi pandang kita terhadap sesuatu. Mungkin kita terkadang juga perlu memandang sesuatu dari sisi negatifnya saja. Namun, aku akan memandangmu dari sisi positifmu saja, untuk sisi yang lain darimu biarlah waktu yang mengambil alihnya. Seperti halnya hujan, ia juga mempunyai sisi kelam jika terus menerus jatuh ke permukaan bumi. Ini memang bukan tentang hujan, matahari, angin, awan, hutan, bumi, pantai, gunung, dan lainnya. Tetapi ini hanyalah tentang scenario alam yang terjadi dikehidupan makhluk didalamnya. Bersama rintik dan sendu mampukah ia kembali menoreh kisah didalamnya? Mampukah ego dan murka mengalahkannya? *BOOK ONE* Jadi guys, ini rewrite dari akun lama @BrillaAM Authornya sama, akunnya yang ganti karena ada beberapa problem. Untuk next part sampai ke part 5 bakal aku update sedikit demi sedikit. Happy Reading...
Alle rechten voorbehouden
#413
alam
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Paradise
  • PETRICHOR [Lengkap]
  • Catatan Tentang Hujan
  • Hujan Di Langit November
  • Gone(✔)🔚
  • Juan [REVISI]
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Memories in Moon
  • I Hate Rain
  • Until The End Of Story
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen