Tell Me What Is Love

Tell Me What Is Love

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 17, 2019
Nama adalah sebuah doa, sebuah pengharapan, sebuah ungkapan sayang. Lewat nama, orang akan berkaca seperti apa seharusnya dia menjadi. Lewat nama, orang akan terpacu membentuk karakter seperti apa dirinya. Seperti dia. Orang-orang mengatakan hal yang berbeda tentang namanya. Banyak yang suka, tak sedikit yang mencibir, bahkan ada yang memandang sinis. Bagiku, namanya adalah hal yang misterius. Seperti ingin ku selami, tapi aku takut tenggelam terlalu jauh. Namanya seperti kabut tebal, yang sering membuat hilang arah. Tapi, aku menyukainya. Dua-duanya. Dirinya, ataupun namanya. Cinta. -Bagas Andartama-
All Rights Reserved
#993
bagas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • Nike dan Sophie
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • AMANDANIEL [TERBIT]
  • I'm okay (END)
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Gue (Nggak) Jelek! [Completed]
  • Rebound
  • AURORA [END]

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines