We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kara: I Left God at The Door

Kara: I Left God at The Door

  • WpView
    Reads 276
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Sat, May 11, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Salahkah mereka yang mencoba berpaling? Ataukah mereka memang sudah dibutakan oleh kenikmatan duniawi? Lenaan yang memikat membuat siapa pun rela meninggalkan Tuhannya meski itu hanya di depan pintu. Ambar telah melakukannya. Dia rela meninggalkan Tuhan di depan pintu dengan dalih untuk mengobati luka hatinya. Lalu, bagaimana Ambar harus mempertanggungjawabkan tindakannya itu? Saat mencoba menebus kesalahannya, tamparan nasib membuatnya harus menyaksikan anak-anaknya tewas mengenaskan di tangan anak tertuanya. Mungkinkah ini teguran karena telah meninggalkan Tuhan? Tidak sampai di situ kegetiran hidup yang harus dia rasakan. Anak terakhir Ambar, Kara, kembali mengulang kesalahannya. Saat gadis lugu itu mencoba kembali mengais cinta kasih Tuhan dengan beban turunan yang dia pikul dari orang-orang yang telah meninggalkannya, terpaan badai kehidupan kembali memporakporandaan batinnya. Dapatkah Kara kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki dan menjadi hamba yang taat?
All Rights Reserved
#39
kemunafikan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAY SARANGHAE
  • RENJANA DERANA [END]
  • Drasananta✓
  • Selaksa Kasih✔️
  • Menggapai Asa
  • False Hopes
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]

Menikah dengan seseorang yang masih belum usai dengan masa lalunya adalah hal yang menyakitkan. Membangun Rumah Tangga sendirian tanpa adanya Imam adalah hal yang mustahil dilakukan. Jatuh cinta sendirian itu juga sama menyakitkannya. Tak ada kasih sayang dalam kehidupan pernikahannya. Hanya air mata dan kesedihan yang mewarnai kehidupannya setelah menikah. Kehadiran masa lalu membuat pernikahannya semakin nelangsa. Tak dianggap, diabaikan, tak dicintai itu sangat menyakitkan padahal dia sudah melayani sebagaimana selayaknya seorang istri. Rasa cinta dan sayang tak didapatkannya dari sang suami sebab pemuda itu masih berkutat sibuk dengan masa lalunya. Ingin menyerah dan mengakhiri semuanya tapi dia sudah berjanji akan membersamai pemuda itu sampai kapanpun. Ingin terus melanjutkan pernikahan tapi sama sekali tak dianggap keberadaannya. Akankah gadis itu tetap bertahan dengan Rumah Tangga yang tak sempurna atau memilih menyerah dan mengakhiri segalanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines