Azara tak pernah menyangka bahwa hari-harinya di pesantren akan membawa dilema yang rumit. Di tengah perasaan yang mulai tumbuh, Azara berusaha menjaga dirinya agar tetap fokus pada tujuan awalnya di pesantren. Namun, hati tidak selalu mudah dikendalikan. ditambah Azara harus memilih,membalas perasaan orang baru? atau menyimpan kekagumannya pada seseorang dalam diam. Ketika doa menjadi tempat berlabuhnya rasa, mampukah Azara menemukan jawaban yang tulus tanpa melukai hati siapa pun?
More details