Genuinely Love

Genuinely Love

  • WpView
    GELESEN 87
  • WpVote
    Stimmen 8
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Sep. 8, 2019
WpInfo
Belletristik
Romantik
Brak!! "Jadi orang gak becus!! Gue suruh lo ngerjain semua ini bangsat! Kenapa cuman segini ha?! JAWAB!!" Banyak pasang mata yang menatap iba pada seorang yang tengah menjadi bahan pelampiasan amarah Andra. Tak ada yang berniat melerai. Mereka hanya diam tanpa pergerakan. "Lo tau?! Gue dihukum gara-gara lo gak ngerjain semua ini, LO TAU?!" Cowok berkacamata itu menegang tatkala kepalan tangan Andra hendak melayang kearahnya. "CUKUP, BERHENTI!!" Pekik gadis berkuncir kuda. Langkahnya mendekat, wajahnya memerah menahan amarah. "Lo itu udah keterlaluan tau gak?! Mau gue panggilin guru BK?!" Gadis itu berkacak pinggang sambil menantang Andra. Andra berdecak kesal mendengar gadis itu menyebut nama guru BK. "Awas lo!" tunjuk Andra kepada cowok berkacamata yang menatapnya tanpa ekspresi kemudian berlalu meninggalkan kelas. Gadis itu mendekat kearah cowok berkacamata tersebut. "Lo gak papa?" Tanyanya. "Gue gak papa." Jawab cowok itu dengan nada dingin dan wajah nyaris tanpa ekspresi lalu berjalan keluar kelas, meninggalkan gadis berkuncir kuda tersebut yang terdiam menahan kesal. "Dasar. Gak tau terimakasih."
Alle Rechte vorbehalten
#398
cintaremaja
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • GHAVARI
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • UNSTABLE AMBITION
  • RAISEN
  • ARTAN
  • All About You [END]
  •  Lost in Your Eyes
  • Argithan √
GHAVARI

Sejak awal, Ghava tidak pernah membayangkan namanya akan berdiri di depan barisan OSIS, memakai jas hitam dengan logo sekolah di dada. Ia anak yang lebih suka duduk di belakang, bercanda dengan teman, dan pulang tepat waktu untuk sekedar berlatih basket. Semuanya berubah karena satu formulir pendaftaran yang diisi diam-diam oleh temannya. "Biar seru aja Va. Masa OSIS isinya orang itu-itu lagi," ujar temannya kala itu, sembari tertawa dan menyerahkan berkas itu ke panitia tanpa sepengetahuan Ghava. Ghava mengira itu hanya lelucon. Sampai hari pengumuman. Nama Ghava Adimas Praharja tercetak paling atas. Terpilih sebagai Ketua OSIS periode ini. Bukan karena visi misi. Bukan karena pidato yang menggelegar. Tapi karena keisengan temannya yang berujung tanggung jawab besar. Di minggu-minggu pertama, Ghava kewalahan. Rapat yang tak ada habisnya, proposal yang harus dikejar deadline, acara Porsema yang menuntut dia turun langsung sebagai pemain basket sekaligus penanggung jawab supporter. Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien