IT'S A SYMPHONY

IT'S A SYMPHONY

  • WpView
    Leituras 5
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, dez 28, 2018
Hidup bagai sebuah alunan melody dan waktu seperti sebuah tempo yang sedang melaju. Charlotte, dari Den Haag Academy."Liszt, seakan membuat hariku penuh tantangan dan kejutan. Andai hariku seperti sebuah Sonata yang selalu konstan setiap saat, mungkin aku lebih bahagia.", gumam Charlotte sembari berbaring di atas kapuk yang telah menemani 15 tahun perjalanan hidupnya. Charlotte adalah seorang pianist muda, namun apa daya nasib tak beruntung dalam dirinya. Hampir 12 tahun menjadi seorang pianist, namun sedikitpun keping emas belum dapat diraihnya. Laura, teman sebayanya telah meraih beribu - ribu bintang dilangit. Oh.. betapa beruntungnya Laura. Tak hanya soal bintang langit, namun bintang di hati pria pun tak dapat ia gapai. Sungguh malang nasib Charlotte. "Seminggu tak sampai, 'ku harus menjalani sebuah panggung yang menyeramkan, akankah sama nasib ini?", gumam Charlotte sembari mengunyah sandwich buatan mama. "Kau pasti bisa,Nak, Ora et labora. And Mommy will always here for you.", kata - kata yang menyentuh Charlotte, membuat air matanya ingin turun membasahi pipinya. Jam penunjuk waktu membuatnya bergegas kembali ke alam belajarnya. Den Haag Academy, sudah hampir 3 tahun Charlotte mengorbankan seluruh kehidupannya demi menggapai bintang dilangit. Di tempat itu pula, kali pertama hati Charlotte tergores yang membuatnya ragu untuk kembali meniupkan gelembung cinta. Alfredo, seorang yang tampan dan penuh teka teki, serta pandai dalam memainkan biola, membuat Charlotte penasaran akan dirinya. Namun, keinginan tersebut bagai sebuah cressendo dan decressendo. Rupanya, trauma Picanto masih dirasa Charlotte. Den Haag, 25 September 2015, waktu yang dinanti telah tiba... apakah yang akan terjadi? sebuah bintangkah yang dapat ia raih ? ataukah lagi - lagi dia akan terjatuh?
Todos os Direitos Reservados
#24
symphony
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Perihal Sandwich(End)
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • The Fate Of My Life (END)
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
  • I [Never] Give Up On You a.k.a Jarak Antarbintang - [Telah Terbit]
  • [END] My First Love Lived Next Door
  • Hujan dan Sebuket Dandelion

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo