Cinta Lillah Bersamamu

Cinta Lillah Bersamamu

  • WpView
    Reads 7,200
  • WpVote
    Votes 393
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 8, 2021
Tak perduli seperti apapun dirimu, seperti apapun fisikmu. Tapi bagaimana caramu yang akan mengingatkan, menuntun, dan membimbing diriku serta anak-anak kita kelak ke jalan yang telah di ridhoi-Nya. Dan aku berharap kau bisa membawa kita untuk bersama-sama menuju ke jannah-Nya *~Winny Adinda Wijaya* Terima kasih kau telah menerimaku apa adanya. Aku berjanji akan membahagiakanmu dan juga anak-anak kita kelak, serta akan membawa kalian ke jalan yang telah di ridhoi-Nya. Dan BISMILLAH... Aku akan membawa kalian untuk melangkah bersama-sama menuju ke jannah-Nya. *~Revan Candra Irawan* Aku sungguh mencintaimu.... Tetapi tidak melebihi cintaku kepada Allah dan Rasullullah. *~Cintaku Tulus Karena Allah*
All Rights Reserved
#404
childish
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • [1] Salah Khitbah [TAMAT] ✔️
  • Feeling Perfect
  • Our Love Story
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Menunggu Halal Bersamamu
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Kiblat Cinta ✓
  • Gusku imamku

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines