Tarion

Tarion

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 28, 2018
Kuharap angin bisa mengirimkan pesan yang ingin kusampaikan padamu-aku merindukanmu, Ret. Andai waktu bisa dimundurkan sesaat, aku ingin memperbaiki beberapa kesalahanku-maafkan aku, Ri. Secuil hati yang pernah tersakiti. Sepucuk surat digenggam erat. Sepasang rasa yang sudah terlupa. Itulah sekilas hubungan yang terjadi antara Arion dan Claretta. Dua sejoli yang termakan rayuan cinta tetapi menikmatinya, hingga keduanya terlena dan dilema. Tak terasa sudah sewindu mereka tak berjumpa, membuat Claretta yang kini dihadapannya terpampang nyata seorang Arion bertubuh tegap itu tak tahu apakah harus sumringah ataukah terpuruk. Lembaran putih nan bersih mulai tertoreh tinta hitam, bahkan mungkin tinta merah dan biru ikut tergores sedikit demi sedikit, hingga warna ketiganya bercampur menjadi satu sampai menampakkan sesuatu yang tak pasti-ya seperti kisah Arion dan Claretta.
All Rights Reserved
#26
claretta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Couple [End] ✔
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • LOVE OF THE PAST
  • (COMPLETED)
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Menggenggam Ranting Patah
  • Aderaga [ON GOING]
  • Regrets of Love
  • Mahligai Sunyi

"Tapi lo beneran nggak marah sama gue, kan?" "Nggak kok." "Serius?" "Susah juga buat marah sama lo," tukas Arraja cuek, tapi berhasil membuatku melengkungkan senyum tipis. "Habis, kalau gue marah beneran, gue takut..." Arraja menatapku dalam-dalam. Senyumku terkulum semakin lebar, siap mendengar kata-kata bucin dari Arraja. Jika benar itu terjadi, harusnya aku menyiapkan ponsel untuk merekam suara Arraja yang akan berkata romantis kepadaku. Pasalnya, bisa dihitung pakai jari berapa kali Arraja mengucapkan kata-kata manis yang sukses membuatku terharu. "... gue takut lo bunuh diri, Ay." "Triple O em ji... kok bunuh diri? Gue nggak ada niat sampai ke arah situ ya!" Aku berdiri, memalingkan muka ke arah lain. Kurang ajar! Kukira dia hendak mengucapkan kata-kata manis. "Ya iya... coba bayangin kalau gue marah sama lo, ngediamin elo, bahkan ninggalin elo. Apa lo nggak merasa sedih? Dan hal itu nggak menutup kemungkinan membuat lo jadi frustrasi, terus bunuh diri." "Dasar cowok gila!" "Lo nggak sadar diri? Lo juga gila! Kita berdua kan sama-sama crazy!" Genre : Action, Drama, Romance, Comedy.

More details
WpActionLinkContent Guidelines