SISA SUARA

SISA SUARA

  • WpView
    Reads 32,110
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 23, 2025
Ketika suara tak lagi didengar, ketika tanah yang kita pijak semakin hampa, ketika alam yang dulu memberi hidup kini terancam oleh kerakusan, siapa yang akan bertahan? "Sisa Suara" bukan hanya tentang perlawanan yang kalah atau kemenangan yang dilupakan, ini adalah tentang mereka yang tetap berbicara meski dunia tidak peduli. Ini adalah pengingat bahwa ada cerita yang tertinggal, suara yang tidak pernah berhenti, meskipun semakin tenggelam dalam kebisuan. Mereka yang hilang dalam sejarah, yang terus berjuang meski tidak ada yang mendengar. Mereka yang tahu, bahwa meski suara itu semakin lemah, ia tidak akan pernah benar-benar lenyap.
All Rights Reserved
#49
aktivis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Midwest Princess
  • Tanah yang tak pernah diam
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
  • εὕρηκα
  • Rumah Tujuh Pintu [Boboiboy Elemental]
  • FREKUENSI RINDU
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • 𝐓𝐇𝐄 𝐒𝐄𝐕𝐄𝐍𝐅𝐎𝐋𝐃 𝐉𝐎𝐔𝐑𝐍𝐄𝐘 ⌞ ᗷᗷᗷ × ᗰᕼᗩ ⌝

"Dengarlah, anak-anak Crimson... tentang langit yang dulu bersinar, dan kini menangis darah. Pernah ada masa, jutaan tahun silam, saat sayap terang dan tanduk gelap bertarung di atas awan. Malaikat-pembawa harapan. Iblis-penggenggam kehancuran. Mereka menari di langit, mematahkan bintang-bintang, dan bumi menjadi panggung untuk dendam yang tak selesai. Gunung meledak, laut berubah bara, dan doa-doa jadi abu dalam perang yang tak berakhir. Tak ada pemenang, hanya dunia yang retak. Crimson-namanya lahir dari luka, warna tanahnya pun seperti hati yang pernah dicabik taring neraka. Kini... roh gentayangan mengeluh di lorong-lorong senyap, bayangan berjalan tanpa tubuh, dan sihir-ah, sihir kini lebih mirip kutukan daripada keajaiban. Tapi dengarlah baik-baik, di tengah reruntuhan dan langit yang patah, selalu ada satu cerita kecil yang berani menyalakan nyala- meski api itu kecil dan nakal, ia bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih besar..." (Si penyair menutup matanya, tersenyum pelan. Dan angin Crimson kembali berbisik)

More details
WpActionLinkContent Guidelines