KENZO
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 30, 2018
Dari kejauhan, Alisya melihat ada seseorang cowok mengendarai motor sport dengan berpakaian seragam yang sama sepertinya. Dengan reflek, Alisya menghentikan motor itu. "Stop stop." Teriak Alisya. Cowok itu membuka kaca helmnya dan menaikan satu alisnya. "Kok ga asing sih mukanya, siapa ya? Bodo ah yang penting gue bisa ke sekolah." Batin Alisya "Bantuin gue dong. Ban mobil gue bocor nih, gue nebeng lo ya ke sekolah. SMA Trisakti kan?" tanya Alisya kepada cowok yang tidak dikenalnya itu. "Gak." "Please please nanti gue traktir di kantin deh!" "Gak." "Please, hm apa ya, nanti gue kerjain PR lo deh!" "Gak." "Please dong bantuin gue, mau ditaruh mana muka gue kalo telat." "Hm." "Lo mau bantuin gue?" "Naik." "Yes! Thank u." Alisya segera menaiki motor itu dan bergegas meninggalkan mobilnya yang sengaja ia tinggal di pinggir jalan itu. Apakah dari pertemuan tidak sengajanya itu Alisya menjadi kapok bertemu apalagi meminta bantuan kepada Kenzo? Ataukah sebaliknya?
All Rights Reserved
#442
kenzo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Bahagia & Luka (END)
  • AGATHA (Ketua OSIS Galak VS Bad Boy Nyebelin)
  • ARSYA 2✔
  • DEAR US (SELESAI)
  • bad boy's game [ON HOLD]
  • CANVAS PERSAHABATAN (TAMAT)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • DRABIA [END]
  • ALTERIO

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines