"Setiap langkahku diselimuti kegelapan, tak ada yang tahu apa isi hatiku, apa yang kurasakan 3 tahun belakangan ini dan hidupku hancur"
ujar seorang pemuda, seraya menaiki sebuah kursi kayu berwarna cokelat tua yang tidak terlalu tinggi.
Wajah pemuda itu murung dan nampak tersirat rasa lelah dengan semua hal pahit yang menimpa dirinya.
Di tarik seutas tali yang sudah ia ikat pada balok kayu kamarnya, perlahan pemuda itu mengalungkan tali tambang berwarna putih itu ke lehernya.
"Aku mengutuk semua teman kelasku, mereka akan merasakan apa yang akan kurasakan, ketakutan, penderitaan dan kegilaan, aku mengutuk mereka bahkan sampai ke alam selanjut nya" Kutuk pemuda itu dengan penuh permohonan.
Sejurus kemudian setelah mengucap kutukannya, pemuda itu langsung meloncat dari kursi kayu yang sedari tadi ia pakai berdiri. Seketika tali mencekik lehernya.
Tak berselang lama, badan pemuda itu membiru karena kehilangan oksigen, dan pemuda itu Meninggal.
Jenazah ditemukan bibi nya di kamar dan paginya di makamkan, anehnya teman sekolah nya tak ada yang datang untuk mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya.
Ada kepercayaan di Fakultas Kedokteran, untuk tidak membawa produk olahan susu saat akan praktikum anatomi. Karena, bisa mendapatkan sial saat berhadapan dengan kadaver.
Salah satu anggota kelompok Naura dengan sengaja membawa produk olahan susu sebelum praktikum anatomi. Alhasil, Naura dan teman sekelompoknya harus berhadapan dengan kadaver yang punya banyak kejanggalan.
Kejanggalan yang akan membawa Naura dan teman-teman pada teror yang menakutkan dan mengancam nyawa. Bagaimana Naura dan teman-temannya menghadapi sosok yang seharusnya tidak boleh kembali?
***
Bantu VOTE, ya!
Jadwal Tayang:
Mayat Tanpa Identitas - Senin + Kamis
Jangan Lembur Sendirian - Selasa + Jumat
Cerita Tujuh Pemuda Pemburu Iblis dipindahkan ke KBM App untuk keperluan event menulis.