Story cover for Kutukan  by Juchanon
Kutukan
  • WpView
    Reads 350
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 350
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Dec 29, 2018
"Setiap langkahku diselimuti kegelapan, tak ada yang tahu apa isi hatiku, apa yang kurasakan 3 tahun belakangan ini dan hidupku hancur"
ujar seorang pemuda, seraya menaiki sebuah kursi kayu berwarna cokelat tua yang tidak terlalu tinggi. 

Wajah pemuda itu murung dan nampak tersirat rasa lelah dengan semua hal pahit yang menimpa dirinya.

Di tarik seutas tali yang sudah ia ikat pada balok kayu kamarnya, perlahan pemuda itu mengalungkan tali tambang berwarna putih itu ke lehernya.  

"Aku mengutuk semua teman kelasku, mereka akan merasakan apa yang akan kurasakan, ketakutan, penderitaan dan kegilaan, aku mengutuk mereka bahkan sampai ke alam selanjut nya"  Kutuk pemuda itu dengan penuh permohonan.

Sejurus kemudian setelah mengucap kutukannya, pemuda itu langsung meloncat dari kursi kayu yang sedari tadi ia pakai berdiri. Seketika tali mencekik lehernya.

Tak berselang lama, badan pemuda itu membiru karena kehilangan oksigen, dan pemuda itu Meninggal.

Jenazah ditemukan bibi nya di kamar dan paginya di makamkan, anehnya teman sekolah nya tak ada yang datang untuk mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya.
All Rights Reserved
Sign up to add Kutukan to your library and receive updates
or
#85mencekam
Content Guidelines
You may also like
CERITA HOROR SEKOLAH by Zhira-18
12 parts Complete
Di sebuah sekolah menengah yang terkenal dengan gedungnya yang tua dan penuh sejarah, desas-desus mengenai ruang bawah tanah yang terlarang terus menyebar di kalangan siswa. Sekolah ini berdiri megah di atas bukit, dengan pepohonan rimbun yang membuat suasananya selalu terlihat kelam, bahkan di siang hari. Legenda mengisahkan tentang seorang siswa yang menghilang bertahun-tahun lalu di dalam gedung tua itu, dan sejak saat itu, terdengar suara langkah kaki dan bisikan aneh di lorong-lorong saat malam tiba. Suatu malam, sekumpulan siswa yang penasaran memutuskan untuk menyelidiki. Mereka mendengar cerita tentang sebuah cermin besar di ruang musik yang konon bisa memperlihatkan bayangan orang-orang yang sudah mati. Salah satu siswa menghilang saat berani menatap cermin itu terlalu lama. Mereka pun mulai menyadari ada sesuatu yang mengawasi mereka, mengintip dari sudut-sudut gelap, dari ruang kelas yang terkunci, dan dari bayangan di balik tirai tebal. Misteri semakin dalam ketika mereka menemukan buku catatan tua di perpustakaan yang penuh dengan kisah-kisah tragis yang pernah terjadi di sekolah itu. Setiap halaman seolah menceritakan takdir mengerikan seseorang yang seolah ditakdirkan terulang. Tanpa mereka sadari, mereka telah membangunkan sesuatu yang seharusnya tetap terkubur. Ketika mereka mencoba untuk berhenti dan melupakan semuanya, kejadian aneh terus menghantui mereka-seperti suara lonceng yang berdentang saat jam menunjukkan angka 13, atau sosok samar yang berdiri di belakang jendela kelas saat mereka bergegas pulang. Mereka harus mengungkap misteri ini sebelum semuanya terlambat, karena setiap malam yang berlalu, jumlah mereka semakin berkurang.
You may also like
Slide 1 of 10
The Violin Secret  cover
The Secret That Makes Me Grow [END] cover
kenneth (transmigrasi)  cover
A Truth Too Late ✅ cover
Senja dan Angkasa cover
I'm Fine (End) cover
Transmigrasi (BL)  cover
SUARA BIA (TAMAT) cover
ZACK'S REVENGERS  cover
CERITA HOROR SEKOLAH cover

The Violin Secret

21 parts Complete

Terdengar alunan biola yang kukenal dari kejauhan.Semakin ku dekati, semakin jelas alunan tersebut.Setelah, aku melihat, ada seorang laki-laki yang tengah duduk sambil memainkan biola indahnya. Dia adalah Rezio, kakak kelasku saat aku didik di bangku SMP.Dia memang Begitu pendiam karena adanya masalah di dalam keluarganya.Tetapi, meskipun seperti itu, dia tetap tegar dalam menjalani hidup.Saat beberapa lama, dia mulai menyadari keberadaanku.Dia menatapku dengan tatapan yang tajam."Apa yang kau lakukan disini?"ucapnya dengan dingin"."Aku tadi mendengar alunan yang indah dari koridor". Pergilah, aku ingin sendiri" ucapnya.Akhirnya, aku pun mengangkatkan kakiku dan pergi meninggalkannya."Apa yang ia pikirkan?"aku hanya Ingin melihat tapi tatapannya begitu dingin.Saat aku ingin melangkah menuju kelas, bruukkk aku seperti menabrak seseorang. Aku pun mengambil kertas yang berserakan dan ketika aku melihat kearah orang tersebut."AAAAA" Bersambung...