Kutukan

Kutukan

  • WpView
    Reads 355
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 20, 2019
WpInfo
Fiction
Horror
"Setiap langkahku diselimuti kegelapan, tak ada yang tahu apa isi hatiku, apa yang kurasakan 3 tahun belakangan ini dan hidupku hancur" ujar seorang pemuda, seraya menaiki sebuah kursi kayu berwarna cokelat tua yang tidak terlalu tinggi. Wajah pemuda itu murung dan nampak tersirat rasa lelah dengan semua hal pahit yang menimpa dirinya. Di tarik seutas tali yang sudah ia ikat pada balok kayu kamarnya, perlahan pemuda itu mengalungkan tali tambang berwarna putih itu ke lehernya. "Aku mengutuk semua teman kelasku, mereka akan merasakan apa yang akan kurasakan, ketakutan, penderitaan dan kegilaan, aku mengutuk mereka bahkan sampai ke alam selanjut nya" Kutuk pemuda itu dengan penuh permohonan. Sejurus kemudian setelah mengucap kutukannya, pemuda itu langsung meloncat dari kursi kayu yang sedari tadi ia pakai berdiri. Seketika tali mencekik lehernya. Tak berselang lama, badan pemuda itu membiru karena kehilangan oksigen, dan pemuda itu Meninggal. Jenazah ditemukan bibi nya di kamar dan paginya di makamkan, anehnya teman sekolah nya tak ada yang datang untuk mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya.
All Rights Reserved
#975
bullying
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Of Rain [END]
  • A Truth Too Late ✅
  • Menjaga Monster
  • 𝔸𝕃𝕋ℍ𝔼𝔸ℕ 𝔻𝔼ℕ𝔻ℝ𝔸 𝕎𝕀ℝ𝔸𝕁𝔸𝕐𝔸(On Going)
  • Dinding Sunyi
  • I'm Fine (End)
  • CERITA HOROR SEKOLAH
  • Kelas Pelajaran Tambahan. =Selesai=
  • ZACK'S REVENGERS
  • THE SECRET OF RELYAN

Aku beringsut berdiri dan berniat meninggalkan kamar ini secepatnya. Tapi tanganku dicekal olehnya dan langsung ku sentak dengan keras hingga terlepas. "Rain..." panggil Lano namun tak berniat ku hentikan langkah ini ataupun menoleh kebelakang. Namun ketika menyentuh kenop pintu, dua lengan kekar memelukku dari belakang. "Jangan pergi" hembusan nafas yang terasa panas menerpa kulit leherku yang terbuka. Aku memberontak dan memukul-mukul tangannya yang melingkar diperut "Lepas! Lepaskan!!!" teriakku dengan suara parau Bukannya melepas, Lano semakin mengeratkan pelukannya. Tenagaku terkuras habis, sebanyak apapun tenaga yang ku keluarkan untuk lepas dari kukungannya hasilnya tetap sama. Aku masih dalam dekapannya. "Aku benci kau Lano..." Pandanganku memburam seiring mata yang tertutup. Akhirnya aku menyerah dalam pelukannya. Disisa kesadaran aku mendengar suaranya yang nyaris seperti bisikan. "Maaf..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines