28th
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 29, 2018
"28 tahun belum menikah? Bagaimana perasaanmu?" Kisah ini tentang Airin, yang mulai kebal dengan pertanyaan, "kapan nikah? ". Hampir 10 tahun, ruang pendengarannya merekam pertanyaan yang sama. Kalau Airin boleh jujur pertanyaan itu datang lebih sering dari dalam hatinya sendiri dibanding dari orang lain. "Insya'allah secepatnya, doakan", copy jawaban Airin setiap kali pertanyaan itu muncul. Selain karena tidak punya jawaban yang pasti, ia jadikan jawaban ini sebagai senjata sekaligus doa penguat hatinya yang berkeping setiap kali mendengar pertanyaan tetangga bahkan kekuarga yang terkadang justru terkesan menyudutkan. "Mereka hanya ingin melihatku seperti yang lain, mereka hanya ingin mengeluarkanku dari kesendirian yang sepi, mereka hanya ingin melihatku bahagia", kalimat ini menjadi jargon Airin saat desas desus dirinya yang tak kunjung menikah menjadi perbincangan hangat para tetangga perhatian. Sebenarnya perasaan Airin sendiri bagaimana? Apakah dia merasa berbeda dari yang lain? Apakah dia merasa sepi? Apakah dia tidak bahagia? Kenapa dia belum menikah di 28 tahunnya? Apakah dia tidak pernah jatuh cinta? Apakah dia tidak pernah dicintai? Apakah dia pernah di khitbah? Temukan jawabannya di cerita ini😀 29/12/18
All Rights Reserved
#715
doa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Sendiri
  • Bismillah Akan Ku Hadapi (Revisi)
  • Dijodohkan Dengan Gus Rian
  • Bidadari Untuk Ustadz
  • Tak Sengaja Jodoh
  • Hamami Abinaya
  • Violet
  • Ketika Cinta Mulai Menyapa
  • Bukan Negeri Dongeng (END)
  • Kembali Bersamamu (END)

Jika pertemuan pertama hanyalah sebuah ketidaksengajaan, dan pertemuan kedua sekadar kebetulan, mungkinkah pertemuan ketiga adalah cara Tuhan menulis takdir sebenarnya yang sempat tertunda? _____ Ayla tak pernah memilih Ibran, tapi takdir memilihkan nama lelaki itu sebagai suaminya. Pernikahan mereka tidak diawali oleh cinta, melainkan karena warisan janji yang tak pernah ia buat namun harus ia bayar dengan seluruh hidupnya. Lelaki itu pernah mencintai perempuan lain yang menjadi istri pertamanya. Pernah membangun dunia yang kini telah runtuh. Kepergian sang istri membuatnya hancur. Ia mencoba bangkit meninggalkan segalanya, termasuk Ayla demi masa depan. Ketika waktu dan jarak menjadi dinding diantara mereka, Ayla belajar memahami bagaimana mempertahankan rumah tangganya. Tanpa kehadiran, tanpa kepastian. Hanya harapan yang perlahan menjadi luka. Dua tahun ia menunggu. Bukan hanya menunggu seorang suami pulang, tapi juga menunggu dirinya didengar, dilihat, dan dicintai kembali. Dua tahun juga bukan waktu yang singkat. Tapi sampai kapan cinta bisa bertahan saat hanya satu hati yang berjuang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines