the moon and the sun

the moon and the sun

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 1, 2019
"Aku menikah dengan anda sebagai gadis yang menikahi seorang pangeran,bukan seorang calon raja,hamba tak punya demdam pada anda sebagai pembantu raja sebelum nya. Tapi hamba tak bisa melayani dua raja,hamba mungkin pelayan raja sebelum nya,tapi sama seperti pelayan pelayan raja sebelum nya yang anda bersihkan demi kepentingan kekusaan,cukup anggap anda juga melakukan pembersihan terhadap hamba." putri mahkota jung menunduk hormat,kemudian melangkah meninggalkan kamar putra mahkota youning. keesokan hari nya jung berjalan keluar gerbang istana,sebelum menaiki tandu yang guru lee berikan,ia berbalik menatap kediaman putra mahkota... 'yang mulia,ini akan jadi yang terakhir kali nya hamba menatap kediaman anda sebagai kim jung sin,setelah ini,kim jung sin sudah tak ada lagi,setelah ini kita akan berada di jalan yang berseberangan,kita akan saling menghunuskan pedang' nona jung memang benar,setelah hari itu...tak ada lagi kim jung sin yang murah senyum dan baik hati,hanya ada kim mi rae yang penuh akal dan licik,yang melakukan segalanya demi menjadi ibu suri,dan mengebalikan nama ayah dan ibu nya,serta partai selatan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • Become A Servant Of The King
  • Relive On Another World [End]
  • THE CEO WIFE (COMPLETED)
  • Yes, Sir
  • FOREVER || myg x y/n (END)
  • I'M YOUR KING [BOOK 1] ✔
  • Only for Villainess (Tamat)

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines