Aishiteru Fillah (TAMAT)

Aishiteru Fillah (TAMAT)

  • WpView
    Reads 575
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 22, 2019
"Asano-san, apa yang kamu cari dalam hidup ini?" Menemukan Islam, menemukan pelipur lara atas kehilangan Ayumi dan orang tuaku, serta menemukan kamu, Rindi Ruslan. Perempuan muslim pertama yang mengenalkanku pada Islam. Kisah perjalanan seorang pemuda Jepang menemukan Islam. Cerita dua anak manusia berbeda budaya, berbeda bangsa yang disatukan kembali oleh warna Islam.
All Rights Reserved
#928
islami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Merapal Cinta Tertulis [Completed]
  • SEGITIGA CINTA
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)
  • WATASHITACHI NO HIKARI
  • Bismillah Denganmu ✔
  • Find Me !
  • Akira dan Annisa (Tamat)
  • Cinta Dalam Iman

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines